Liputan6.com, Islamabad - Bank Negara Pakistan (SBP) memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal 2026, memperingatkan bahwa dampak banjir besar akan menekan ekspansi PDB riil ke batas bawah kisaran 3,25%–4,25%.
Namun, kalangan analis swasta memprediksi kondisi yang lebih buruk. Topline Securities, misalnya, menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi hanya 0,25%–2,75%, jauh di bawah perkiraan semula 3,5%–4%, dikutip dari laman tribune.com, Selasa (23/9/2025).
Topline menilai kerusakan akibat banjir dan hujan lebat telah melumpuhkan sektor pertanian, yang berimbas pada tekanan ekonomi makro. Prospek suram ini muncul menjelang tinjauan semi-tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) atas program pinjaman senilai 7 miliar dolar AS pada 25 September 2025.
Advertisement
Menurut laporan Topline, pertumbuhan pertanian dipangkas dari 3,4% menjadi 2,6%. Tanaman pangan utama bahkan diperkirakan terkontraksi 2,3%, dengan kerugian besar pada beras (15%) dan kapas (10%). Sejumlah analis lain, termasuk Arif Habib Limited (AHL), juga merevisi turun proyeksi pertanian setelah banjir.
“Pertumbuhan PDB kemungkinan turun dari 3,46% menjadi 3,17% pascabanjir,” ujar analis AHL, Sana Tawfiq, kepada Express Tribune.
Kerugian Mencapai Rp409 Miliar
AHL Research memperkirakan kerugian akibat banjir mencapai Rs409 miliar atau sekitar 1,4 miliar dolar AS, setara 0,33% dari PDB Pakistan. Sektor pertanian menanggung kerugian terbesar, lebih dari Rs302 miliar (0,24% dari PDB). Sementara itu, infrastruktur transportasi dan komunikasi rusak senilai Rs97,6 miliar, kerugian perumahan mencapai Rs8,95 miliar, dan sektor peternakan sekitar Rs0,5 miliar.
Direktur Riset Topline, Shankar Talreja, menambahkan defisit transaksi berjalan (CAD) kemungkinan berada di kisaran atas 0–0,5% dari PDB. Hal itu dipicu lonjakan impor hingga 10% (sebelumnya 9%), sementara ekspor hanya tumbuh 1% dibandingkan proyeksi awal 4%. Satu-satunya kabar positif datang dari remitansi, yang diperkirakan naik 6% menjadi 40,2 miliar dolar AS.
Inflasi dan Krisis Pangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341918/original/096575000_1757336465-4.jpg)
Banjir juga memicu lonjakan harga pangan. Harga gandum dan tepung naik 38–40%, sedangkan sayuran melonjak sekitar 40% dalam beberapa pekan terakhir. Inflasi tahun fiskal 2026 kini diproyeksikan 6,5%–7,5%, lebih tinggi dari perkiraan awal 6%–7%. Inflasi pangan pada September diprediksi menembus 8%–9% secara bulanan.
Pengusaha Syekh Muhammad Tehseen mengingatkan, turunnya hasil pertanian akan berdampak luas pada rantai pasok pangan domestik maupun ekspor. Ia mendesak pemerintah menyiapkan strategi untuk melindungi sektor pertanian dan industri, termasuk menjaga tarif energi, menurunkan suku bunga, dan mendorong produksi di daerah yang tidak terdampak banjir.
Meski suram, ada secercah harapan. Presiden Dewan Sindh Abadgar (SAB), Mahmood Nawaz Shah, menyebut produksi kapas di Sindh justru melonjak 40%, sehingga kerugian bisa ditekan sekitar 10%. Produksi beras juga diperkirakan stabil dengan kerugian maksimal 10%. Ia menekankan pentingnya musim Rabi, terutama gandum, yang bisa terbantu oleh curah hujan musim dingin.
Advertisement
Tantangan Fiskal dan Reformasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341917/original/070806900_1757336464-3.jpg)
Topline memperkirakan tidak ada ruang pelonggaran moneter lebih lanjut. Suku bunga acuan diperkirakan bertahan di 11%, lebih tinggi dari proyeksi awal 10%. Defisit fiskal TA 2026 diperkirakan naik menjadi 4,8% dari PDB (sebelumnya 4,1%). Pemerintah juga telah mengumumkan status darurat pertanian, termasuk kemungkinan keringanan listrik bagi warga terdampak banjir.
Meski tertekan, Topline yakin program reformasi dan kesepakatan dengan IMF tetap berjalan. Kebutuhan pembiayaan eksternal Pakistan diperkirakan 10,5–11,5 miliar dolar AS, dengan cadangan devisa di atas 17 miliar dolar AS pada Juni 2026. Nilai tukar rupee diprediksi berada di kisaran Rs292–297 per dolar.
Reformasi struktural seperti privatisasi Pakistan International Airlines, penyelesaian utang sirkular, hingga investasi energi terbarukan disebut masih on track. “Meskipun banjir menimbulkan tantangan jangka pendek, ketahanan Pakistan dan reformasi yang sedang berlangsung akan mendukung pemulihan,” demikian laporan Topline.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4831524/original/062176500_1715677940-Infografis_SQ_Petaka_Banjir_Lahar_Dingin_Gunung_Marapi_di_Sumbar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341915/original/048690500_1757336462-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422244/original/091053300_1617783755-079120000_1577866352-20200101-Ciliwung-Meluap_-Banjir-Rendam-Kawasan-Rawajati-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8381244/original/081801500_1782260038-IMG-20260623-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429927/original/018407700_1764648000-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-02T105923.268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1999224/original/001682600_1521122778-Tanggul-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936759/original/084695800_1725472469-IMG_20240905_005417.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3011480/original/007074200_1578019581-pesingg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257697/original/005824500_1781252126-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3259821/original/094514600_1602033684-felix-mittermeier-L4-16dmZ-1c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7438136/original/047766900_1780214462-Ombak_Bali.jpeg)