FBI Rilis Foto Terduga Penembak Charlie Kirk di Utah, Tawarkan Hadiah Rp1,6 Miliar yang Beri Informasi Soal Pelaku

FBI mengumumkan imbalan hingga 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,6 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan tersangka.

Diperbarui 12 September 2025, 09:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Biro Investigasi Federal (FBI) bersama otoritas Utah merilis foto terbaru orang yang diburu terkait penembakan fatal terhadap Charlie Kirk, pendiri organisasi aktivis konservatif Turning Point USA.

Insiden itu terjadi saat Kirk menghadiri acara di Utah Valley University pada Rabu (10/9/2025).

"Kami meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi individu ini yang terkait dengan penembakan fatal Charlie Kirk di Utah Valley University," tulis kantor FBI Salt Lake City melalui X pada Kamis (11/9), seraya membagikan dua foto buronan yang mengenakan topi baseball, kacamata hitam, dan ransel hitam.

Departemen Keamanan Publik Utah menambahkan, gambar itu diambil dari rekaman kamera keamanan kampus beberapa saat sebelum penembakan. Dalam foto lain, terduga pelaku terlihat mengenakan kemeja bergambar bendera Amerika Serikat.

FBI mengumumkan imbalan hingga 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,6 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan tersangka, dikutip dari laman ABC News, Jumat (12/9).

Senjata Ditemukan di Dekat TKPDi tengah perburuan intensif, FBI mengungkapkan telah menemukan senjata yang diyakini digunakan pelaku.

Sebuah senapan bolt-action Mauser kaliber .30-06 ditemukan di area hutan dekat kampus, terbungkus handuk. Senjata ini masih berisi peluru, sementara tiga selongsong kosong bertuliskan kalimat bernuansa "transgender dan anti-fasis" turut diamankan.

Senjata dan barang bukti lain, termasuk sidik jari, DNA, hingga jejak sepatu dan telapak tangan, telah dikirim ke laboratorium FBI di Quantico, Virginia, untuk dianalisis.

 

Rekonstruksi Pergerakan Tersangka

Komisaris Keamanan Publik Utah, Beau Mason, menjelaskan bahwa tersangka tiba di kampus sekitar pukul 11.52 siang, lalu bergerak menuju atap gedung tempat acara luar ruangan berlangsung. Sekitar pukul 12.20 siang, Kirk ditembak satu kali. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Usai menembak, pelaku kabur dengan melompat ke sisi lain gedung dan berlari menuju kawasan permukiman. Polisi kini memeriksa rumah-rumah sekitar, meminta rekaman kamera bel pintu, serta mengumpulkan keterangan saksi.

"Kami tidak akan menoleransi apa yang terjadi kemarin. Kami menginvestasikan semua sumber daya untuk menangkap orang ini," tegas Mason.

Gubernur Utah, Spencer Cox, menyebut serangan ini sebagai "pembunuhan politik" dan berjanji pelaku akan dibawa ke pengadilan. Hingga kini, lebih dari 200 informasi dari masyarakat telah masuk ke pihak berwenang.

"Kepada siapa pun yang melakukan ini, kami akan menemukan Anda. Kami akan mengadili Anda, dan memastikan Anda mempertanggungjawabkan perbuatan ini seberat-beratnya sesuai hukum," ujar Cox.