Kim Jong Un hingga Vladimir Putin Akan Meriahkan Parade Militer Akbar China

Ada puluhan kepala negara/pemerintahan asing yang akan hadir di parade militer China.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjadi bagian dari lebih dari dua lusin pemimpin asing yang hadir dalam parade militer akbar China pekan depan. Demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (28/8/2025).

Melansir CNN, parade yang akan digelar di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 3 September ini merupakan bagian dari peringatan China atas 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II setelah Jepang secara resmi menyerah.

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, mengonfirmasi kehadiran Kim Jong Un, yang akan menjadi perjalanan pertamanya ke China sejak 2019. Kim Jong Un, yang hanya melakukan 10 perjalanan ke luar negeri sejak berkuasa pada 2011, terakhir meninggalkan negaranya yang terisolasi pada 2023 untuk bertemu Putin di sebuah kosmodrom di wilayah Timur Jauh Rusia.

Parade ini memberi kesempatan langka bagi pemimpin negara paling terkena sanksi di dunia itu untuk tampil bersama para pemimpin lain yang kini mulai bergabung dengan tatanan dunia alternatif yang coba dibangun oleh Xi Jinping dan Putin.

Konfirmasi kehadiran Kim Jong Un dalam parade datang hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan pemimpin Korea Utara itu tahun ini.

Ajang Pamer Teknologi Militer China

Sebanyak 26 kepala negara dan pemerintahan asing dipastikan hadir dalam parade militer China. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) China Hong Lei dalam konferensi pers di Beijing menyebutkan bahwa salah satunya adalah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Hadir pula Kepala Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing yang kini menjabat sebagai presiden sementara setelah kudeta militer 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih dan menyeret Myanmar ke dalam perang saudara yang berkepanjangan. Selain itu, parade juga akan dihadiri para pemimpin Eropa pro-Rusia, seperti Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico.

Yang menarik, tidak ada pemimpin dari negara-negara Barat utama yang hadir, meski pada masa Perang Dunia II China pernah menjadi mitra penting kekuatan Sekutu di front Pasifik.

Parade yang berlangsung selama 70 menit ini akan menampilkan lebih dari 10.000 tentara, lebih dari 100 pesawat tempur, serta ratusan perlengkapan militer darat. Seluruh rangkaian menjadi ajang unjuk kekuatan militer China yang terus berkembang di bawah kepemimpinan Xi Jinping, yang menjadikan modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sebagai prioritas utama pemerintahannya.

Pertunjukan yang dikoreografikan dengan ketat ini akan memberikan sekilas gambaran langka tentang pesatnya perkembangan teknologi militer China. Menurut pejabat setempat, semua peralatan yang dipamerkan adalah hasil produksi dalam negeri dan sudah aktif digunakan. Banyak di antaranya akan tampil perdana—mulai dari drone canggih, sistem peperangan elektronik untuk mengganggu komunikasi dan radar lawan, senjata hipersonik, teknologi pertahanan udara dan rudal, hingga rudal strategis.

Dalam konferensi pers pada Kamis, Wamenlu Hong Lei menekankan persahabatan tradisional antara China dan Korea Utara, seraya mengingatkan bahwa delapan dekade lalu kedua negara saling mendukung dalam melawan invasi Jepang.