Pernah ke Indonesia, Ini Profil Mantan Ibu Negara Korea Selatan yang Ditangkap atas Dugaan Korupsi

Pernah ke Bali dan Jakarta, berikut ini profil Kim Keon-hee.

Diterbitkan 13 Agustus 2025, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Selasa (12/8/2025) memerintahkan penahanan Kim Keon-hee, istri mantan Presiden Yoon Suk-yeol yang saat ini mendekam di penjara. Ia diduga terlibat dalam kasus penyuapan, manipulasi saham, serta campur tangan pada pencalonan legislatif dalam pemilu sela 2022.

Dalam putusannya yang disampaikan menjelang tengah malam, pengadilan mengabulkan permohonan jaksa khusus untuk menerbitkan surat perintah penangkapan, dengan alasan terdapat risiko Kim akan menghilangkan barang bukti, demikian laporan Associated Press (AP).

Kim Keon-hee lahir dengan nama Kim Myeong-sin pada 2 September 1972 di Yangpyeong, Provinsi Gyeonggi, pernah menjadi salah satu sosok paling menonjol di Istana Kepresidenan Korea Selatan.

Menjabat sebagai Ibu Negara sejak Mei 2022 hingga April 2025, ia dikenal sebagai pengusaha seni sekaligus pendamping Presiden Yoon Suk-yeol.

Namun, masa kepemimpinannya sebagai First Lady berakhir di tengah pusaran kontroversi yang membawanya ke jeruji besi.

Awal Karier dan Dunia Seni

Lulusan Universitas Kyonggi dengan gelar sarjana seni, Kim memulai kariernya di industri pameran seni. Pada 2009, ia mendirikan Covana Contents, sebuah perusahaan yang menggelar pameran seni berskala besar di Korea Selatan.

Citra publiknya sebagai sosok modern, modis, dan aktif dalam isu hak hewan, membuatnya kerap mencuri perhatian, termasuk saat mendampingi Presiden Yoon di KTT NATO 2022.

Nama resminya berubah menjadi Kim Keon-hee pada 2008, empat tahun sebelum ia menikah dengan Yoon Suk-yeol, yang kala itu masih menjabat sebagai jaksa penuntut.

Kontroversi dan Tuduhan

Sejak awal menjabat sebagai Ibu Negara Korea Selatan, Kim kerap menjadi sorotan karena deretan kasus hukum dan skandal etik. Beberapa di antaranya adalah:

Pemalsuan Dokumen Akademik – Kim mengaku pernah membuat klaim palsu di CV saat melamar menjadi dosen antara 2007–2013. Universitas juga mencabut gelar master dan doktoranya akibat tuduhan plagiarisme.

Manipulasi Saham – Dituduh terlibat dalam pengaturan harga saham sebuah perusahaan. Meskipun awalnya membantah, bukti baru memperkuat dugaan keterlibatan.

"Dior Bag Scandal" – Menerima tas Dior senilai US$2.200 yang diduga merupakan bentuk gratifikasi.

Pengaruh Berlebihan di Politik – Rekaman percakapan yang menyebut suaminya sebagai “boneka” dan komentar kontroversial lainnya memicu kemarahan publik.

Pernyataan Ekstrem – Disebut menegur pengawal karena tidak “menembak polisi” saat suaminya ditangkap.

 

Penahanan Ibu Negara

Pada Agustus 2025, Pengadilan Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Kim Keon-hee. Ia ditahan atas tuduhan suap, manipulasi pasar, hingga penerimaan perhiasan mewah yang tidak dilaporkan. Jaksa menilai ada risiko besar ia akan menghancurkan barang bukti.

Langkah ini menjadi preseden baru—untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, seorang mantan Ibu Negara Korea Selatan dipenjara.

Beberapa bulan sebelum penahanannya, Kim sempat dirawat di rumah sakit akibat depresi berat dan gangguan pernapasan. Ia menjalani terapi psikiatri, namun tetap kembali ke pusaran perhatian media ketika kasusnya memasuki tahap penyelidikan intensif.

Kim Keon-hee awalnya dipandang sebagai figur progresif yang memperkenalkan nuansa seni dan gaya internasional ke dalam peran Ibu Negara. Namun, serangkaian skandal membuat citranya berubah drastis di mata publik. Penahanannya tidak hanya menjadi pukulan bagi dirinya pribadi, tetapi juga memperdalam krisis politik yang dihadapi Korea Selatan pasca lengsernya Presiden Yoon Suk-yeol.