Donald Trump Usir Gelandangan dari Ibu Kota Amerika Serikat

Trump mengatakan akan membuat Washington lebih aman dan indah.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 08:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump pada Minggu (10/8/2025) mengatakan bahwa para tunawisma harus dipindahkan jauh dari Washington, setelah beberapa hari sebelumnya dia mengutarakan kemungkinan mengambil alih kendali atas ibu kota Amerika Serikat (AS) itu. 

Trump mengumumkan akan menggelar konferensi pers pada Senin (10/8), di mana dia diperkirakan akan mengungkap rencananya untuk Washington — kota yang dijalankan oleh pemerintah lokal terpilih di bawah pengawasan Kongres.

Dia telah mengancam akan menempatkan kota tersebut di bawah kendali pemerintah federal, dengan kewenangan tertinggi pengelolaannya berada di tangan Gedung Putih.

"Saya akan membuat ibu kota kita lebih aman dan lebih indah daripada sebelumnya," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Minggu.

"Para tunawisma harus pergi, SEKARANG JUGA. Kami akan memberi kalian tempat tinggal, namun JAUH dari ibu kota," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa para penjahat di kota itu akan segera dipenjara. "Semua ini akan terjadi sangat cepat."

Menurut data pemerintah tahun lalu, Washington berada di peringkat ke-15 dalam daftar kota-kota besar AS dengan populasi gelandangan terbanyak.

Meskipun ribuan orang menghabiskan malam di tempat penampungan atau di jalanan, angkanya menurun dibandingkan tingkat sebelum pandemi.

Trump Keliru

Awal pekan ini, Trump juga mengancam akan mengerahkan Garda Nasional sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang dia sebut — secara keliru — sebagai peningkatan angka kejahatan di Washington.

Data kepolisian menyebutkan, kejahatan dengan kekerasan di ibu kota turun 26 persen pada paruh pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut data Kementerian Kehakiman yang dirilis sebelum Trump menjabat sebagai presiden, tingkat kejahatan di kota itu pada 2024 sudah menjadi yang terendah dalam tiga dekade.

"Kami tidak sedang mengalami lonjakan kejahatan," kata Wali Kota Washington Muriel Bowser pada Minggu di MSNBC.

Meski wali kota dari Partai Demokrat itu tidak secara langsung mengkritik Trump dalam pernyataannya, dia mengatakan, "Perbandingan apa pun dengan negara yang dilanda perang adalah hiperbolis dan salah."

Ancaman Trump untuk mengirim Garda Nasional datang beberapa minggu setelah dia mengerahkan pasukan cadangan militer California ke Los Angeles untuk meredam protes terkait penggerebekan imigrasi, meskipun mendapat keberatan dari para pemimpin dan aparat penegak hukum setempat.

Trump kerap melontarkan gagasan menggunakan militer untuk mengendalikan kota-kota di AS, yang banyak di antaranya berada di bawah kendali Partai Demokrat dan menentang gagasan nasionalisnya.