PBB Ingatkan Krisis Kemanusiaan Akibat Minimnya Pendanaan Global

PBB menyebut dana kemanusiaan turun 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Diperbarui 09 Agustus 2025, 07:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York City - Seorang Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (7/8/2025) mengungkapkan, dari USD 46 miliar yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan global pada 2025, hingga saat ini baru diterima kurang dari 17 persen.

"Lebih dari setengah tahun telah berlalu, (namun) lanskap pendanaan kemanusiaan masih memprihatinkan," ujar Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq dalam sebuah konferensi pers harian, mengutip pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Haq mengatakan, jumlah pendanaan yang telah diterima sejauh ini tersebut menandai penurunan 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dikutip dari laman Antara News, Sabtu (9/8).

Kekurangan pendanaan tersebut, kata dia, merupakan pengingat yang jelas bahwa jutaan warga rentan akan kelaparan tanpa bantuan yang sangat mereka butuhkan.

Pada Juni, menghadapi pemangkasan pendanaan terbesar yang pernah dialami oleh sistem kemanusiaan internasional, OCHA meluncurkan seruan global dengan prioritas sangat tinggi untuk membantu 114 juta warga lewat penargetan kebutuhan yang paling mendesak dalam laporan Global Humanitarian Overview 2025 yang lebih luas.