Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Siap Hadapi Perang Sungguhan

Apakah Korea Utara akan segera berperang? Simak pernyataan Kim Jong Un berikut ini.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Kim Jong Un memerintahkan militernya untuk bersiap menghadapi perang sungguhan. Media pemerintah Korea Utara melaporkan pada Kamis (24/7/2025), hal ini disampaikannya saat menyaksikan lomba tembak-menembak yang digelar unit artileri.

Rekaman video yang ditayangkan televisi pemerintah Korea Central Television menunjukkan pasukan artileri menembakkan peluru ke arah laut. Sementara itu, Kim Jong Un tampak mengamati melalui teropong dari sebuah pos pengamatan, didampingi dua pejabat militer.

Lokasi lomba tersebut tidak diungkapkan.

"Bersiaplah menghadapi perang sungguhan kapan pun dan hancurkan musuh dalam setiap pertempuran," ujar Kim Jong Un, sebagaimana dikutip kantor berita Korean Central News Agency (KCNA).

Instruksi ini disampaikan Kim Jong Un di tengah keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia di Ukraina. Korea Utara diketahui mengirim pasukan dan senjata untuk membantu Rusia dalam invasi yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Laporan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat menyebutkan Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentaranya ke wilayah Kursk, Rusia, tahun lalu. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengirim peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

Menurut Korea Selatan, sekitar 600 tentara Korea Utara tewas dan ribuan lainnya terluka saat bertempur di pihak Rusia.

Kim Jong Un telah menyampaikan dukungan penuh kepada Rusia dalam perang melawan Ukraina saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov belum lama ini. Media pemerintah Korea Utara melaporkan pertemuan itu berlangsung hangat dan bersifat strategis.

Korea Utara dan Rusia, dua negara yang sama-sama berada di bawah sanksi internasional, juga menandatangani perjanjian militer pada tahun lalu. Perjanjian ini diteken dalam kunjungan langka Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah klausul pertahanan bersama, di mana kedua negara sepakat untuk saling membantu jika salah satu dari mereka diserang.