Kasus Kematian Diplomat, Kemlu RI Serahkan Rekaman CCTV ke Kepolisian

Kemlu RI berkomitmen untuk mendukung penuh proses penyidikan dan menyerahkan seluruh wewenang penyelidikan kepada Polri.

Diperbarui 24 Juli 2025, 18:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan terus bersikap kooperatif dalam penyelidikan kasus kematian diplomat muda ADP.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan adalah menyerahkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di kantor tempat ADP bekerja kepada pihak kepolisian.

"Sejak awal kejadian, tepatnya pada 8 Juli 2025, Kemlu RI telah memberikan dukungan dalam proses penyidikan Polri, termasuk menyerahkan rekaman CCTV sesuai permintaan kepolisian," ujar Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com pada Kamis (24/7/2025).

Pria yang akrab disapa Roy itu menegaskan, Kemlu RI berkomitmen untuk mendukung penuh proses penyidikan dan menyerahkan seluruh wewenang penyelidikan kepada Polri.

"Kemlu RI juga tidak dalam posisi untuk memberikan interpretasi mengenai hasil penyidikan atau informasi apa pun, mengingat hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan kepolisian," kata Roy.

Sementara itu, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa rekaman CCTV dari 20 titik lokasi, dikutip dari laman Antara News.

Titik-titik tersebut mencakup area di sekitar indekos ADP, kantor tempat ia bekerja, serta beberapa lokasi lain yang sempat dikunjungi mendiang sebelum ditemukan tak bernyawa.

"Rekaman tersebut mencakup data selama tujuh hari terakhir. Saat ini tim digital forensik dan analisis dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya masih menelaah bukti-bukti digital tersebut," jelas Ade Ary.

Ia juga mengungkapkan bahwa sudah 15 saksi dimintai keterangan, termasuk dari lingkungan indekos, tempat kerja, anggota keluarga, serta orang-orang terakhir yang diketahui menjalin komunikasi dengan ADP.

ADP ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya pada 8 Juli 2025. Ia ditemukan dalam kondisi kepala terlilit lakban oleh penjaga indekos. Jenazahnya telah diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.