BMKG: 3 Gempa Bumi di Dekat Kamchatka Rusia Tak Berpotensi Tsunami ke Indonesia

Kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia dihimbau agar tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi Rusia tersebut.

Diterbitkan 20 Juli 2025, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi mengguncang wilayah Rusia pada Minggu 20 Juli 2025. 

"Pada hari Minggu, 20 Juli 2025, pukul 13:28:16 WIB; 13:49:02 WIB; dan 14:07:43 WIB di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia diguncang 3 (tiga) gempa bumi tektonik," kata Direktur bempa bumi dan tsunami BMKG, Dr. Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Hasil analisis parameter update, kata Daryono, menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M6,7; M7,4; dan M6,7 Episenter gempa bumi pertama terletak pada koordinat 52,99° LU; 160,57° BT pada kedalaman 15 km.

"Episenter gempa bumi kedua terletak pada koordinat 52,90° LU; 160,75° BT pada kedalaman 20 km. Episenter gempa bumi ketiga terletak pada koordinat 52,85° LU; 160,85° BT pada kedalaman 9 km," papar Daryono.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, sambung Daryono, "gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench)."

"Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," jelas dia.

"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," imbuhnya.

Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia dihimbau agar tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi Rusia tersebut.

Tiga Gempa Bumi

Menurut US Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi AS, seperti dikutip dari AFP, tiga gempa bumi dahsyat melanda lepas pantai timur jauh Rusia pada hari Minggu dan memicu peringatan tsunami.

Gempa Rusia berkekuatan 5,0 dan 6,7 sebelumnya tidak memicu peringatan tsunami, tetapi diikuti oleh gempa berkekuatan 7,4 pada pukul 08.49 GMT, yang mendorong USGS untuk memperingatkan bahwa "gelombang tsunami berbahaya mungkin terjadi" dalam jarak 300 kilometer (186 mil) dari episentrum di Pasifik, di lepas kota Petropavlovsk-Kamchatka.