7 Juli 2005: Ledakan Bom di Inggris Tewaskan 30 Orang, Jaringan Transportasi Mati Total

Siapa dalang di balik ledakan bom ini?

Diterbitkan 07 Juli 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - London diguncang serangkaian serangan bom mematikan pada jaringan transportasinya, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai sekitar 700 lainnya dalam insiden yang mengejutkan warga ibu kota Inggris itu.

Tiga ledakan pertama terjadi hampir bersamaan pada pukul 08.50 pagi waktu setempat, menghantam kereta bawah tanah di dekat stasiun Liverpool Street, Edgware Road, serta satu lagi di jalur kereta antara King's Cross dan Russell Square.

Tak lama berselang, sekitar satu jam kemudian, sebuah bom meledak di dalam bus tingkat nomor 30 yang melintas di Tavistock Square, hanya beberapa blok dari King's Cross.

Korban tewas terbanyak tercatat di jaringan Underground, dengan 35 orang dilaporkan meninggal. Sementara dua orang lainnya kehilangan nyawa dalam ledakan di bus tingkat tersebut, dikutip dari BBC, Senin (7/7/2025).

Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw menyebut bahwa pola serangan ini memiliki “ciri-ciri khas aksi yang terkait dengan jaringan al-Qaeda.”

Menanggapi tragedi ini, Perdana Menteri Tony Blair yang segera terbang kembali ke London dari pertemuan puncak G8 di Gleneagles, berjanji akan mengerahkan upaya maksimal dari pihak kepolisian dan dinas keamanan untuk memburu pelaku serangan.

Dalam pernyataan emosional yang disampaikan dari Downing Street dan disiarkan langsung di televisi, Blair mengecam keras aksi teror tersebut sekaligus memuji keberanian warga London.

“Mereka mencoba menebar teror lewat pembantaian orang-orang tak berdosa, berusaha menakuti kita agar tidak lagi menjalani kehidupan sebagaimana yang kita pilih,” tegasnya.

Serangan ini tidak hanya melukai tubuh ribuan orang, tetapi juga mengguncang rasa aman warga kota yang selama ini menjadi simbol ketangguhan. Namun dalam situasi duka, ketabahan dan solidaritas masyarakat London tetap tampak kuat, menjadi bukti bahwa teror tidak akan mampu mematahkan semangat mereka.