Serangan Drone Rusia di Ukraina Lukai 14 Warga Kyiv, Infrastruktur dan Permukiman Hangus Terbakar

Serangan drone Rusia kembali menambah panjang daftar serangan udara dalam beberapa pekan terakhir yang kian intensif.

Diperbarui 04 Juli 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kyiv - Sedikitnya 14 orang terluka dalam serangan pesawat nirawak (drone) yang mengguncang Kyiv pada Kamis malam waktu setempat. Serangan ini juga memicu kebakaran besar yang melahap bangunan, mobil, hingga infrastruktur kereta api di berbagai penjuru ibu kota Ukraina.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dalam pernyataan di Telegram mengatakan, 12 korban luka telah dibawa ke rumah sakit, sementara dua lainnya dirawat langsung di lokasi kejadian.

"Kerusakan akibat serangan tercatat di enam dari 10 distrik Kyiv, di kedua sisi Sungai Dnipro," ujarnya. Sungai ini membelah kota Kyiv yang berpenduduk sekitar tiga juta jiwa, dikutip dari laman The Guardian, Jumat (4/7/2025).

Serangan drone yang diduga diluncurkan Rusia itu kembali menambah panjang daftar serangan udara yang dalam beberapa pekan terakhir kian intensif, termasuk beberapa di antaranya yang paling mematikan sejak perang dimulai.

Menurut Klitschko, puing drone yang ditembak jatuh menimbulkan kebakaran di sebuah fasilitas medis di kawasan rindang Holosiivskyi. Di distrik Svyatoshynskyi, barat kota, dua kebakaran terjadi setelah serpihan drone menghantam gudang dan membakar mobil-mobil di halaman apartemen 16 lantai.

Sementara itu, di distrik Solomanskyi yang berdekatan, dua kebakaran lainnya muncul di atap dan pekarangan gedung-gedung. Di distrik Shevchenkivskyi, sebuah rumah susun juga turut terbakar.

Suasana mencekam terasa sepanjang malam. Warga melaporkan suara ledakan bertubi-tubi dan rentetan tembakan dari unit pertahanan udara Ukraina yang berusaha menembak jatuh drone. Video yang beredar di media lokal menunjukkan banyak penduduk memilih tidur di stasiun kereta bawah tanah demi menghindari kemungkinan serangan susulan.

Serangan ini juga merusak infrastruktur kereta api di Kyiv. Operator kereta nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, menyebut beberapa perjalanan kereta penumpang terpaksa dialihkan dan mengalami keterlambatan.

Di sisi lain, upaya diplomasi antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis dikabarkan tidak membuahkan hasil untuk mengakhiri perang. Kremlin pun menegaskan akan terus fokus pada penyelesaian “akar penyebab” konflik.

 

Penundaan Pengiriman Senjata

Keputusan Washington awal pekan ini untuk menunda sejumlah pengiriman senjata penting ke Ukraina memicu kekhawatiran Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan penundaan itu bisa melemahkan kemampuan pertahanan udara negaranya di tengah gempuran serangan yang makin intens. Zelenskyy dijadwalkan berbicara dengan Trump pada Jumat untuk membahas pasokan senjata tersebut.

Sementara itu, Ukraina juga melancarkan serangan balasan dengan drone yang menyasar kota Sergiyev Posad dekat Moskow, melukai setidaknya satu orang. Oksana Yerokhanova, kepala distrik setempat, mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak memotret operasi pertahanan udara. Ledakan dilaporkan terjadi sedikitnya di empat lokasi.

Di wilayah Rostov, Rusia selatan, serangan drone lain bahkan menewaskan seorang perempuan, menurut pejabat setempat Yury Slyusar pada Jumat pagi.

Serangan demi serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan warga sipil yang kembali menjadi korban utama.