Oleh-oleh Kunjungan Trump ke Qatar: Kesepakatan Bersejarah Senilai Rp19,75 Kuadriliun

Qatar menjadi destinasi kedua Trump dalam kunjungannya ke Timur Tengah pada 13-16 Mei, tepatnya setelah Arab Saudi dan sebelum Uni Emirat Arab.

Diperbarui 16 Mei 2025, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Doha - Gedung Putih pada Rabu (14/5/2025) menyatakan bahwa serangkaian kesepakatan yang ditandatangani antara Qatar dan Amerika Serikat (AS) selama kunjungan Presiden Donald Trump menandai komitmen ekonomi "bersejarah" dengan nilai sedikitnya USD 1,2 triliun atau sekitar Rp19,75 kuadriliun.

"Kesepakatan bersejarah yang dirayakan hari ini akan mendorong inovasi dan kemakmuran selama beberapa generasi, memperkuat sektor manufaktur dan kepemimpinan teknologi AS, serta menempatkan AS di jalur menuju Era Keemasan baru," sebut pernyataan Gedung Putih.

Di antara kesepakatan yang disebutkan adalah perjanjian yang sebelumnya telah diumumkan dengan Boeing untuk menyuplai Qatar Airways dengan pesawat 787 Dreamliner dan 777X yang menggunakan mesin dari GE Aerospace.

Gedung Putih menyebut pesanan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Boeing untuk pesawat berbadan lebar sekaligus model 787. Gedung Putih menyatakan nilai kesepakatan tersebut mencapai USD 96 miliar, yang mencakup hingga 210 pesawat Boeing 787 Dreamliner dan 777X.

Energi hingga Pertahanan

Pernyataan Gedung Putih juga menyoroti kesepakatan pengembangan energi dengan perusahaan AS, Parsons, dan komitmen dari perusahaan Qatar, Al Rabban Capital, untuk berinvestasi sebesar USD 1 miliar dalam teknologi kuantum mutakhir dan pengembangan tenaga kerja di AS.

Di sektor pertahanan, Gedung Putih menyampaikan bahwa Raytheon telah menandatangani kesepakatan senilai USD 1 miliar untuk memasok Qatar dengan teknologi penangkal drone. Dengan kesepakatan ini, Qatar menjadi pelanggan internasional pertama yang menggunakan sistem Raytheon bernama Fixed Site - Low, Slow, Small Unmanned Aerial System Integrated Defeat System (FS-LIDS).

Secara terpisah, General Atomics menandatangani kesepakatan senilai USD 2 miliar untuk menjual drone pengintai MQ-9B SkyGuardian kepada Qatar.

Pembagian Tanggung Jawab Operasional Pangkalan Udara Al Udeid

Sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani antara AS dan Qatar juga menguraikan potensi investasi lebih dari USD 38 miliar yang menurut Gedung Putih meliputi kontribusi bersama dalam operasional Pangkalan Udara Al Udeid serta pengembangan kemampuan pertahanan masa depan yang berkaitan dengan pertahanan udara dan keamanan maritim.

Fasilitas Al Udeid, yang terletak tepat di barat daya Doha, merupakan pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah.

"Kesepakatan dan instrumen baru ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan hubungan komersial bilateral antara AS dan Qatar, menciptakan ribuan lapangan kerja dengan gaji tinggi, serta membuka peluang perdagangan dan investasi baru bagi kedua negara selama dekade yang akan datang dan seterusnya," kata Gedung Putih.