Liputan6.com, Jakarta - Kesulitan bahasa, seperti disleksia, merupakan masalah yang harus dihadapi sebagian anak serta orang dewasa di Indonesia. Walau isu ini sangat lah nyata, pengetahuan akan hal ini dan bagaimana mengatasinya masih minim.
Melihat sedikitnya informasi dalam Bahasa Indonesia tentang kesulitan literasi dan berbahasa di internet, Harwintha Y. Anjarningsih, pakar linguistik klinis dari Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI), memutuskan untuk membuat kanal YouTube dengan tujuan membagi ilmunya secara cuma-cuma.
"Saya membuat channel Rumah Bahasa Inklusif Indonesia karena saya merasa perlu untuk membuat media guna membagikan ilmu tentang kesulitan bahasa, misalnya disleksia, kepada masyarakat Indonesia, dengan bahasa yang sederhana dan tetap ilmiah," ujar dosen yang akrab disapa Wiwin ini kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Advertisement
Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat rawan terjerat misinformasi dan mencari solusi yang tidak berdasarkan bukti ilmiah.
Maka dari itu, ia membuat kanal tersebut pada tahun 2021 dengan harapan untuk memberi informasi dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang hal-hal yang berkaitan dengan gangguan bahasa.
Di kanal Rumah Bahasa Inklusif Indonesia, terdapat banyak video yang menjelaskan beragam gangguan bahasa serta cara-cara untuk membantu orang-orang dengan kesulitan tersebut. Terdapat enam jenis kesulitan yang dibahas di kanal YouTube milik Dosen Wiwin, berikut ini di antaranya:
- Membaca dan gangguan membaca;Â
- Gangguan pemahaman bacaan;Â
- Gangguan menulis pada disleksia;Â
- Gangguan pemahaman lisan pada Specific Language Impairment;Â
- Gangguan tata bahasa; dan
- Gangguan bicara.
"Channel ini utamanya ditargetkan kepada orang tua dan guru (baik guru formal maupun non-formal). Namun demikian, tentu saja baik jika sebanyak mungkin anggota masyarakat dapat menyadari adanya kesulitan bahasa dan tidak memberikan label negatif untuk individu-individu yang menghadapinya," tutur Wiwin yang merupakan doktor lulusan Universiteit Groningen dengan bidang keahlian psikolinguistik, neurolinguistik, dan clinical linguistics.
Ada Materi Kuliah Juga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863207/original/026633400_1718333889-2395016.jpg)
Walau tujuan utama kanal ini adalah untuk membangun kesadaran tentang gangguan bahasa, Dosen Wiwin juga menyajikan video-video dengan materi ajarannya yang cocok ditonton bagi orang-orang yang tertarik di bidang linguistik, terutama mahasiswa sastra dan bahasa.
"Di Rumah Bahasa Inklusif Indonesia, ada juga playlist yang berisi bahan perkuliahan di FIB UI untuk memberi informasi bahwa FIB UI memiliki ahli yang mumpuni dalam bidang ini dan mengundang mahasiswa dan pihak yang berminat untuk berkolaborasi," ungkap Dosen Wiwin. Menurutnya, kanal ini biasanya memposting minimal satu video per bulannya.
Wiwin yang prihatin terhadap penanganan gangguan bahasa berharap bahwa kanal ini dapat menjadi salah satu solusi yang membantu secara nyata.
"Saya harap channel ini dapat menyajikan materi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan menjadi bagian dari solusi. Saya prihatin dengan kondisi Indonesia yang tidak punya jurusan atau program studi yang mempelajari gangguan bahasa secara mendalam dan menyeluruh sehingga anak-anak dengan kondisi ini (misalnya, disleksia dan Specific Language Impairment) tidak terlayani dengan baik di lembaga pendidikan, terutama yang formal seperti SD, SMP dan SMA, baik yang umum maupun yang khusus atau luar biasa," jelas sang pengajar.Â
"Anak dengan disleksia sering kali mendapat stigma negatif dan perundungan ketika mereka gagal membaca, bukannya pemahaman, penerimaan dan pendampingan. Ini yang semoga dapat diubah oleh materi yang diangkat oleh channel Rumah Bahasa Inklusif Indonesia."
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5077655/original/067402400_1736001733-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)