Sukses

Korea Utara Rilis Peringatan Cuaca Dingin Esktrem, Warga Miskin Kian Terancam

Liputan6.com, Pyongyang - Otoritas Korea Utara mengeluarkan peringatan kondisi cuaca ekstrem di negara itu saat gelombang dingin menyapu semenanjung Korea.

Dilansir BBC, Rabu (25/1/2023), suhu cenderung turun di bawah -30 derajat Celcius di wilayah utara, yang juga merupakan bagian termiskin di negara itu.

Selain itu, daerah pesisir juga diperkirakan akan dilanda angin kencang, menurut media pemerintah.

Wilayah Korea Selatan juga telah mengeluarkan peringatan gelombang dingin, dan China utara telah mengalami rekor suhu terendah.

Suhu juga diperkirakan turun ke level terendah dalam satu dekade di Jepang minggu ini.

Sementara Korea Utara telah terpengaruh oleh cuaca ekstrem atau buruk seperti tempat lain, hanya sedikit yang diketahui tentang dampaknya terhadap rakyatnya. 

Ryanggang, Hamgyong Utara, dan Hamgyong Selatan, provinsi termiskin di negara itu dan diperkirakan paling rentan terhadap guncangan iklim. Seluruh wilayah itu terletak di utara.

Perlu diketahui, akses terhadap listrik sulit diakses di luar ibu kota Pyongyang. Wilayah tersebut masih membakar kayu dan mengeringkan tanaman untuk menghangatkan diri selama musim dingin. 

Dikatakan juga banyak yang hanya menggunakan bungkus plastik di sekitar pintu dan jendela mereka untuk isolasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Dampak Cuaca Ekstrem

Radio Free Asia melaporkan pada Desember 2022 bahwa "sejumlah besar" orang di negara itu hilang selama musim dingin yang ekstrem.

Banyak yang diperkirakan mengalami kelaparan atau mati kedinginan, karena tingkat merkuri turun di bawah titik beku dan makanan menjadi langka.

3 dari 3 halaman

Buruknya Kondisi Pangan di Korea Utara

Kerawanan pangan di Korea Utara dikatakan berada pada kondisi terburuk sejak kelaparan yang meluas pada 1990-an, menurut Lucas Rengifo-Keller, seorang analis riset di Peterson Institute for International Economics di AS. 

Para ilmuwan mengatakan cuaca ekstrem, termasuk gelombang dingin, menjadi lebih umum karena perubahan iklim.

Peringatan gelombang dingin tersebut datang saat Pyongyang bersiap merayakan ulang tahun ke-75 Tentara Rakyat Korea minggu depan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS