Sukses

NASA Bakal Umumkan Kandidat Astronaut Baru

Liputan6.com, Washington - NASA berencana mengumumkan kandidat astronaut 2021 pada Senin pukul 12.30 waktu setempat di dekat Johnson Space Center di Houston.

Para astronaut baru, yang akan disebutkan namanya selama upacara di Ellington Field, harus menyelesaikan pelatihan selama bertahun-tahun, setelah itu mereka dapat memenuhi syarat untuk penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Bulan atau bahkan Mars.

Dilansir dari UPI, Selasa (7/12/2021), NASA membuat pilihan setelah meninjau 12.000 pelamar. Pengumuman tersebut terakhir pada 2017, ketika agensi tersebut menyebutkan 12 kandidat astronaut.

Mereka yang terpilih akan melapor ke Johnson Space Center pada Januari “untuk memulai pelatihan mereka dalam sistem pesawat ruang angkasa, keterampilan berjalan di luar angkasa, kerja tim, dan keterampilan lain yang diperlukan," menurut siaran pers NASA.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Harus Memiliki Gelar Master

Pada 2017, badan antariksa AS itu menerima lebih dari 18.000 pelamar, tiga kali lipat dari jumlah sebelumnya pada 2012 dan melampaui rekor 8.000 pelamar pada tahun 1978.

NASA menaikkan persyaratan untuk pelamar kelas baru. Agar memenuhi syarat, kandidat harus memiliki gelar master dalam sains, matematika atau bidang teknis lainnya, bukan hanya gelar sarjana.

Persyaratan untuk gelar master dapat dipenuhi dengan cara lain, seperti memiliki gelar kedokteran atau menyelesaikan program sekolah uji coba yang diakui secara nasional.

Pejabat NASA mengatakan kepada UPI pada 2020 bahwa badan antariksa AS tidak memiliki jumlah kandidat yang ditetapkan, tidak ada jumlah tempat yang harus diisi atau rincian yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan jenis kelamin atau atribut lainnya. Para calon astronaut akan bergabung dengan lebih dari 40 astronaut aktif NASA.

 

Reporter: Cindy Damara

3 dari 3 halaman

Infografis: Kirim Astronot Bukan Prioritas Indonesia