Sukses

Presiden Korea Selatan Berencana Larang Warga Konsumsi Daging Anjing

Liputan6.com, Seoul - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in telah menyinggung tentang kemungkinan pelarangan konsumsi daging anjing di negara tersebut.

Dilansir dari laman BBC, Selasa (28/9/2021), mayoritas orang Korea tidak pernah makan daging anjing, dan permintaan untuk daging anjing pun menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, diperkirakan sebanyak 1 juta anjing masih disembelih untuk dimakan setiap tahun di Korea Selatan.

Dalam pertemuan dengan perdana menteri, Presiden Korea Selatan mempertanyakan apakah sudah waktunya untuk mempertimbangakan hal tersebut dengan hati-hati.

Ini adalah pertama kalinya seorang presiden, pecinta anjing, mengangkat prospek larangan total konsumsi daging anjing.

Komentar tersebut mengemuka saat pengarahan tentang langkah-langkah baru untuk melindungi hewan terlantar di negara itu.

Sejauh ini di Korea Selatan sudah ada undang-undang yang melarang pembantaian kejam terhadap anjing dan kucing. Meski demikian, komsumsinya tidak dilarang.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Rencana Akan Diintensifkan Jelang Pemilihan Presiden

Bagaimanapun, dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang telah berpaling dari makan daging anjing, terutama dengan adanya tren yang berkembang untuk memelihara anjing sebagai hewan peliharaan.

Akibatnya, 3 pasar daging anjing di Korea Selatan ditutup.

Sebuah voting pada 2020 yang dilakukan oleh Nielsen for Humane Society International menemukan bahwa 84% orang Korea Selatan tidak pernah mengkonsumsi daging anjing atau mengatakan mereka tidak ingin mengkonsumsinya di masa depan. Ditemukan pula bahwa 59% orang Korea Selatan mendukung pelarangan daging anjing.

Kelompok hak asasi hewan, yang telah lama menyerukan penghentian perdagangan daging anjing menyambut baik komentar Presiden Moon.

“Semakin banyak orang Korea Selatan mempertimbangkan konsumsi daging anjing sebagai penyiksaan terhadap hewan dari pada tradisi,” ujar Jeon Jin-kyung, kepala Advokat Hak Hewan Korea kepada Korea Times.

Diskusi seputar topik ini akan diintensifkan jelang pemilihan presiden, yang dijadwalkan berlangsung tahun depan. Beberapa kandidat telah mengangkat kemungkinan pelarangan daging anjing.

Gubernur Provinsi Gyeonggi, Lee Jae-myung, yang dianggap sebagai kandidat kuat, telah menyebutkannya dalam kampanyenya, bahwa perlu ada undang-undang dan kebijakan baru berdasarkan konsensus sosial.

 

Reproter: Ielyfia Prasetio