Sukses

Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19 di Asia Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas sejumlah negara di Asia, mulai dari Thailand, Hong Kong hingga Indonesia menawarkan sederetan hadiah seperti ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan apartemen seharga sejuta dolar, bagi warga yang bersedia divaksinasi COVID-19.

Program vaksinasi berhadiah itu dilakukan dalam upaya meredam keraguan di kalangan masyarakat di negara-negara Asia terhadap vaksinasi COVID-19.

Dalam beberapa hari terakhir, varian Virus Corona yang lebih menular telah mendorong terjadinya lonjakan kasus di Asia Tenggara - membuat otoritas mulai menawarkan hadiah undian untuk vaksinasi.

Dalam laporan Reuters, pada Rabu (16/6), otoritas distrik Mae Chaem Thailand di utara Chiang Mai, yang sebagian besar penduduknya adalah peternak sapi, meluncurkan undian berhadiah sapi bulan ini yang terbukti sukses.

"Ini adalah hadiah terbaik yang pernah ada," kata seorang warga bernama Inkham Thongkham (65), seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (18/6/2021).

Dia memenangkan seekor sapi betina berumur satu tahun seharga 10.000 baht atau sekitar Rp 4,6 juta setelah divaksinasi COVID-19.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Hadiah Undian dalam Vaksinasi COVID-19 di Thailand Hingga Hong Kong

Program vaksin berhadiah sapi di Thailand sudah memasuki pekan kedua dengan menyediakan total 27 sapi sebagai hadiah.

Pihak berwenang mengatakan kampanye tersebut telah mendorong lebih dari 50 persen dari 1.400 penduduk di distrik itu untuk mendaftar. Kebanyakan yang mendaftar adalah lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Namun, hanya 4,76 juta yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 - dari populasi Thailand yang berjumlah 66 juta.

Banyak bagian masyarakat di seluruh Asia yang enggan untuk divaksinasi.

Disinformasi dan ketidakpastian yang meluas menjadi penyebab munculnya keraguan atas keamanan, kemanjuran, dan masalah agama terhadap vaksin.

Otoritas di Hong Kong, khawatir bahwa tingkat vaksinasi yang rendah masih dapat membuat wilayah China itu rentan terhadap wabah COVID-19 yang mematikan.

Otoritas di negara tersebut pun akhirnya menawarkan voucher belanja, penerbangan, dan apartemen baru senilai HK$10,8 juta atau sekitar Rp 19,2 miliar dalam undian berhadiah bagi mereka yang telah divaksinasi.

Adapun beberapa pelaku bisnis di Hong Kong yang mengambil langkah tambahan, misalnya dengan menawarkan cuti berbayar bagi mereka yang telah divaksinasi.

Di sisi lain, satu klub olahraga swasta di Hong Kong menerapkan hukuman alih-alih hadiah.

Klub tersebut menginstruksikan anggota stafnya untuk divaksinasi pada akhir Juni atau tidak akan mendapatkan bonus, promosi, dan kenaikan gaji di masa mendatang.

3 dari 4 halaman

Keraguan Vaksin di Indonesia Sulitkan Program Vaksinasi COVID-19

Bahkan di negara-negara yang dilanda Virus Corona, seperti Indonesia, pihak berwenang juga berjuang untuk menghilangkan ketakutan akan vaksin.

Dalam data resmi, Indonesia melaporkan lebih dari 1,9 juta orang terinfeksi COVID-19 dan 53.280 meninggal akibat virus itu.

Studi terbaru dari sampel serum darah, bagaimanapun, menunjukkan penyebaran COVID-19 yang sebenarnya bisa 30 kali lebih tinggi.

"Saya takut kalau saya divaksinasi, saya akan langsung mati ... Kemudian ada berita yang lebih mengkhawatirkan bahwa vaksin ini mengandung babi," ungkap seorang warga di Cipanas bernama Asep Saepudin (67).

Pihak berwenang di Cipanas mengungkapkan bahwa mereka kesulitan untuk meyakinkan orang tua bahwa vaksin itu aman dan halal.

Seperti di Thailand, otoritas Cipanas juga mengiming-imingi hadiah ternak dan ayam untuk setiap lansia yang berminat divaksinasi.

"Lansia tidak mau divaksin dengan berbagai alasan, ada yang bilang mau tapi tidak datang, bahkan ada yang takut," kata Kapolsek Galih Aprian.

"Jadi kami menghadiahi (partisipasi mereka) dengan ayam," jelasnya.

Hanya 5 persen atau 8,8 juta orang yang telah divaksinasi lengkap, masih jauh dari target 181,5 juta orang pada akhir tahun, demikian menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia.

4 dari 4 halaman

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19