Sukses

Mafia Narkoba, Ini 5 Penjahat Wanita Terkaya Sepanjang Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Emma Coronel Aispuro memiliki kehidupan mewah di New York, Amerika Serikat (AS), menikmati manfaat pernikahannya dengan gembong narkoba Joaqin Fuzman Loera, alias El Chapo.

Sekarang, dilansir dari BBC, setelah ditangkap dan dijebloskan ke penjara Virginia, di Pusat Penahanan Orang Dewasa William Truesdale, Alexandria, ia menghabiskan waktunya dengan membaca novel romansa.

Kondisi sel isolasinya sangat kontras dengan kehidupan yang pernah ia jalani.

Dikurip dari List Verse, Rabu (2/6/2021), tidak hanya Aispuro, berikut adalah lima wanita yang memiliki hidup berhadapan dengan hukum:

2 dari 5 halaman

1. Gertrude Lythgo

Gertrude Lythgo adalah satu-satunya wanita yang pernah mengoperasikan jaringan penyelendupan alkohol selama Era Larangan yang didominasi oleh pria.

Catatan menunjukkan bahwa jumlah minuman keras yang ia ekspor ke AS dari Bahama tumbuh dari 12.500 pada 1917 hingga menjadi 250.000 galon di 1923.

Keberhasilan tersebut membuatnya mendapati julukan "Ratu Bahama".

Setelah salah satu calon pesaingnya membuat kesalahan dengan membuat jelek namanya serta produk-produknya, Lythgo menculiknya dari sebuah tempat pangkas rambut, menodongkan pistol padanya, dan mengancam hidupnya jika ia berbicara buruk tentang dirinya lagi.

Lythgo akhirnya ditangkap di New Orleans dan didakwa menyelundupkan seribu kotak minuman keras. Namun, tuduhan itu dibatalkan dan ia menetap di Los Angeles hingga meninggal pada usia 86 tahun.

2. Jemerker Thompson

Thompson berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ia juga diusir dari rumahnya saat masih kecil, mendorongnya untuk terjun ke perdagangan narkoba.

Muda, tidak berpengalaman, dan seorang wanita, Thompson menjadi sasaran empuk dalam perdagangan kokain nan mematikan di Los Angeles.

Ia bertemu dengan seorang pria yang lebih tua bernama Anthony Mosley yang kemudian melindunginya, membuat Thompson sebagai rekannya hingga akhirnya menikah dan memliki anak.

Mosley ditembak dan dibunuh dengan keji saat mencuci mobilnya suatu hari. Walau Thompson sedih, ia tak punya pilihan lain selain terus mengedarkan narkoba di Los Angeles dan menghasilkan ratusan ribu dolar.

Thompson ditangkap saat menghadiri kelulusan kelas enam putranya -- dari pernikahannya dengan Mosley -- dan ia dipenjara selama 15 tahun dengan keamanan maksimum.

Saat dipenjara, ia menemukan kedamaian melalui agama dan ketika dibebaskan, Thompson memulai pelayanannya sendiri.

 

3 dari 5 halaman

3. Thelma Wright

Awalnya, Thelma Wright hanyalah seorang gadis Katolik sebelum bertemu dengan calon suaminya, Jackie Wright.

Jackie adalah seorang pemasok heroin grosir di Philadelphia, AS.

Mereka jatuh cinta, menikah, dan memiliki seorang putra pada 1982.

Empat tahun kemudian, Jackie ditemukan tergulung di karpet dengan peluru di kepalanya dan Thelma harus mengurus dirinya dan putranya sendirian.

Karena itu, ia terpaksa untuk masuk ke dalam bisnis suaminya. Thelma bahkan memiliki julukan seperti "Nona Bos" dan "Ratu Pena".

Pada bulan Juli 1991, setelah bertahun-tahun menghindari sisi gelap dari bisnis narkoba, ia dan teman-temannya terjebak dalam baku tembak yang mematikan di sebuah klub malam Philadelphia.

Thelma dengan bijak melihat tanda-tanda peringatan, dan dia memutuskan untuk meninggalkan bisnis narkoba sebelum keserakahan membuatnya ditangkap atau dibunuh.

Ia tidak banyak muncul selama lebih dari satu dekade sebelum menerbitkan kisah hidupnya, With Eyes From Both Sides—Living My Life In and Out of the Game.

Hari ini, Thelma Wright adalah pembicara motivasi yang sangat menyarankan tidak ada yang mengikuti jejaknya dan untuk menghindari permainan narkoba sepenuhnya.

Kata Wright, "Ini adalah 'tidak menang.' Dua pilihan: kematian atau penjara. Itu dia."

 

4 dari 5 halaman

4. Charmaine Roman

Roman adalah raja obat bius Jamaika yang memimpin organisasi perdagangan ganja yang ia kirim ke daerah Florida tengah.

Ia akhirnya tertangkap saat mencoba untuk memberikan 180 kilogram mariyuana di tempat parkir di Orlando, Florida.

Penangkapannya adalah bagian dari operasi besar yang menjaring lebih dari 1.450 kilogram mariyuana, uang tunai dengan total hampir tiga triliun rupiah, beberapa senjata api ilegal, dan menghasilkan 50 penangkapan.

Saat ditahan, Roman memiliki beberapa paspor dengan nama yang berbeda-beda, empat SIM Florida, dan beberapa kartu Jaminan Sosial -- membuat pihak berwenang bingung tentang identitas aslinya.

5. Raffela D’Alterio

D’Alterio adalah ibu baptis Mafia asal Italia yang merupakan pemimpin faksi keluarga Camorra.

Awalnya, ia hanya seorang ibu rumah tangga sederhana di Naples. Ia memasuki kehidupan mafia ketika suaminya, Nicalo Pianese, dihujani peluru dan dibunuh pada 2006.

D'Alterio mengambil alih operasi skala besar dari sindikat kejahatan suaminya.

Pemerasan, produksi uang palsu, dan perdagangan narkoba semuanya adil dengan D'Alterio di pucuk pimpinan.

Ia membangun hubungan yang kuat dengan faksi Camorra lain yang terkenal berurusan dengan barang palsu, pembuangan limbah, dan konstruksi.

Pada tahun 2012, pihak berwenang menggerebek rumah anggota sindikat D'Altorie. Mereka menangkapnya dan 65 anggota dalam operasi pencopotan besar-besaran.

 

Reporter: Paquita Gadin

5 dari 5 halaman

Infografis Waspada 5 Gejala Covid-19 pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)