Sukses

Amerika Serikat Tuduh Rusia Sebarkan Hoaks Terkait Vaksin COVID-19

Liputan6.com, Moskow - Amerika Serikat mengidentifikasi tiga publikasi online yang diarahkan dinas intelijen Rusia untuk merusak vaksin COVID-19 yang diproduksi Pfizer dan Moderna.

Publikasi tersebut dituduh "menyebarkan berbagai jenis disinformasi, termasuk tentang vaksin Pfizer dan Moderna, serta organisasi internasional, konflik militer, protes, dan masalah memecah belah yang dapat mereka eksploitasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada Minggu 7 Maret waktu setempat.

Pfizer, yang berkantor pusat di New York, dan BioNTech Jerman, memproduksi vaksin pertama yang disahkan di Amerika Serikat, yang disetujui oleh regulator pada Desember 2020.

Yang kedua, dibuat oleh Moderna, yang berkantor pusat di Massachusetts, disahkan akhir bulan itu.

Pusat Keterlibatan Global Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yang dibentuk untuk melawan kampanye propaganda dan disinformasi, mengidentifikasi ada tiga saluran, kata juru bicara itu.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Outlet yang Curigai AS

News Front dikendalikan oleh layanan keamanan federal Rusia. New Eastern Outlook dan Oriental Review diarahkan dan dikendalikan oleh dinas intelijen luar negeri Rusia.

Outlet keempat, Rebel Inside, yang dikendalikan oleh tentara Rusia, juga disebutkan oleh pusat tetapi sebagian besar tidak aktif, kata juru bicara itu.

"Departemen AS akan terus mengekspos aktivitas jahat Rusia secara online," tambahnya.

"Kami juga akan terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami untuk memberikan tanggapan global dalam melawan disinformasi."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: