Sukses

Tari Tradisional-Giveaway Meriahkan Promosi Wisata RI di Kuwait Kala Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Kuwait - Wisata Indonesia dan berbagai negara saat ini sedang terdampak pandemi COVID-19. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berusaha mempromosikan wisata Indonesia melalui KBRI Kuwait

Tema yang diambil KBRI Kuwait adalah The Indonesian Day 2021: The Beauty of Bali. Acara digelar pada Minggu 10 Januari 2021.

Situs resmi Kemlu melaporkan, Selasa (12/1/2021), kegiatan promosi wisata tahun ini memakai standar CHSE (Clean, Healthy, Safe dan Environmentally Sustainable).

Acara ini terutama merupakan upaya mempromosikan persahabatan dan pemahaman antarbangsa. KBRI Kuwait bekerja sama dengan International Women's Group in Kuwait (IWG), Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kuwait, Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) dan Banjar Bali di Kuwait. 

Acara terdiri dari dua format, yaitu secara virtual dan secara langsung. Pertunjukan Tari Seledet Pong dan Cilinaya disiarkan di akun Youtube dan Facebook KBRI Kuwait. Selain tarian, diputar dua video durasi pendek mengenai highlight destinasi wisata dan CHSE sebagai standar baru pariwisata.

Acara offline diisi dengan tari Margepati, giveaway produk kerajinan tangan dan sajian kuliner khas Bali, yaitu Pisang Rai dan Sate Lilit.

2 dari 5 halaman

Promosi di Korea Utara

Selain di Kuwait, KBRI juga mengadakan acara promosi wisata di Korea Utara. 

KBRI Pyongyang mempromosikan wisata Indonesia di Korea Utara (Korut) bersama perwakilan negara sahabat. Acara dimeriahkan dengan medley tari tradisional dan tari poco-poco interaktif.

Duta Besar Indonesia untuk Korut, Berlian Napitupulu menyebut acara ini sebagai tanda kebersamaan dan kerja sama.

"Kebersamaan, kerja sama dan persahabatan teman-teman semua telah menjadi semangat dan dorongan bagi kami sehingga kami dapat melaksanakan tugas dan misi kami pada tahun 2020 dengan baik," ujar Dubes Berlian seperti dilansir situs Kemlu.go.id.

Dubes Berlian turut mempromosikan destinasi populer seperti Danau Toba, Pulau Samosir, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Nias.

Dubes Berlian juga menjelaskan potensi ekonomi dan daya tarik budaya serta wisata Indonesia seperti Rumah Woloan dari Sulawesi. Rumah kayu Woloan yang dibuat dengan sistem Complete Knock Down (CKD) yang memiliki potensi ekspor yang menarik.

Beberapa perwakilan negara yang hadir berasal dari Kedutaan Besar Romania, Laos, Vietnam, Iran, Pakistan, dan Rusia. Turut hadir juga Country Coordinator World Food Program dan The United Nations Population Fund.

3 dari 5 halaman

COVID-19 Meningkat di Denpasar, Ini 4 Syarat Warga Bali yang Mau Keluar Daerah

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar, Provinsi Bali, mengimbau kepada masyarakat tidak pulang kampung atau menunda perjalanan keluar daerah dalam upaya mencegah klaster baru COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan bahwa imbauan ini merupakan tindak lanjut atas meningkatnya penularan virus corona di Kota Denpasar. Ia mengatakan peningkatan terbesar diketahui akibat klaster pulang kampung atau perjalanan luar daerah serta perkantoran dan klaster keluarga. 

"Seluruh pegawai, ASN serta masyarakat Kota Denpasar diimbau untuk tidak bepergian keluar daerah termasuk pulang kampung, hal ini lantaran dikhawatirkan terjadi penyebaran COVID-19 lewat pelaku perjalanan, dan jika sangat mendesak untuk keluar daerah atau pulang kampung wajib memperhatikan beberapa hal penting, utamanya penerapan protokol kesehatan yang ketat," ujar Dewa Rai, Senin 11 Januari 2021, dilansir Antara.

Hal penting yang dimaksud yakni pertama, selalu memperhatikan peta zonasi resiko penyebaran COVID-19 yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Kedua, memperhatikan peraturan dan kebijakan pemerintah daerah asal dan tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang.

Ketiga, adalah memperhatikan kriteria, persyaratan dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Dan keempat, yakni menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Kalau memang tidak ada keperluan mendesak keluar daerah, sebaiknya jangan dulu bepergian. Namun jika mendesak empat poin di atas wajib diterapkan," kata Dewa Rai.

Terkait klaster perkantoran, kata dia, saat ini telah diterapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebanyak 75 persen dan 25 persen sisanya dapat melaksanakan kerja dari kantor (Work From Office/WFO) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dewa Rai menegaskan bahwa ASN dan pegawai juga akan dilaksanakan pemantauan lewat aplikasi absensi online. Sehingga dapat diketahui secara real time posisi pegawai dan ASN.

"Jadi untuk menjadi perhatian bersama bagi para ASN, pegawai dan masyarakat di lingkungan Pemkot Denpasar agar dapat mengindahkan dan melaksanakan imbauan ini, sehingga percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 dapat dimaksimalkan, dan tren grafiknya dapat melandai," katanya.

4 dari 5 halaman

Infografis COVID-19:

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: