Top 3: Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Disita dari Orang Rusia Jadi Perhatian

Berita tentang amonium nitrat yang meledak di Beirut disita dari orang Rusia menjadi sorotan di Top 3 kanal Global Liputan6.com.

Diperbarui 07 Agustus 2020, 09:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Amonium nitrat yang meledak di Beirut dilaporkan adalah bahan kimia yang disita dari orang asal Rusia.

Berita tentang itu amonium nitrat yang disita dari orang Rusia itu menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Jumat (7/8/2020).

Berita populer lainnya adalah mengenai penjelasan ahli terkait ledakan di Lebanon.

Artikel yang jadi sorotan lainnya membahas kisah 2 WNI yang menjalani ibadah haji di tengah pandemi Corona COVID-19. 

Kedua jemaah haji asal Indonesia itu pun menjalani ibadah haji mereka secara gratis dan dengan fasilitas yang istimewa, menurut berita tersebut.

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com: 

Saksikan Video Berikut Ini:

1. Terkuak, Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Disita dari Orang Rusia

Ledakan di Beirut, Lebanon, terjadi akibat amonium nitrat. Bahan kimia itu ditempatkan di gudang dekat pelabuhan. 

Pemerintah telah mengakui amonium nitrat itu adalah bahan sitaan, kini muncul informasi barang itu disita dari orang Rusia karena masalah perizinan.

Dilansir The Moscow Times, Kamis (6/8/2020), amonium nitrat itu disita dari kapal bernama Rhosus. Kapal itu adalah milik Igor Grechushkin, seorang pria berkebangsaan Rusia yang tinggal di Siprus.

Baca selengkapnya...

2. Amonium Nitrat Tak Mudah Terbakar? Ini Penjelasan Ahli Terkait Ledakan di Lebanon

Pemerintah Lebanon menduga 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan dengan buruk sebagai penyebab ledakan besar yang mengguncang ibu kotanya, Beirut.

Ledakan itu menewaskan ratusan orang dan menghancurkan sebagian besar kota. Apa sebenarnya amonium nitrat itu, dan mengapa itu meledak?

Amonium nitrat adalah bahan kimia industri yang biasa digunakan di seluruh dunia sebagai pupuk pertanian, dan bahan peledak untuk penambangan, demikian dikutip dari laman CNN, Kamis (6/8/2020).

Baca selengkapnya...

3. Kisah 2 WNI Haji di Tengah Pandemi COVID-19: Gratis dan Diperlakukan Bak Raja

Ibadah haji 2020 telah berlangsung sukses, meski dengan terbatas akibat pandemi Virus Corona COVID-19.

Demi mengekang penularan Virus Corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi hanya memberi kesempatan kepada warganya, dan orang asing yang sudah bermukim di negara itu, untuk beribadah haji. Itupun dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya 1.000, dengan pembagian 300 untuk warga Saudi, selebihnya warga asing.

Bandingkan dengan jumlah setiap tahun yang resminya mencapai 2,5 juta jemaah.

Baca selengkapnya...