Sukses

Sungai Bawah Laut Besar Ditemukan di Lepas Pantai Australia

Liputan6.com, Perth - Baru-baru ini ditemukan sungai tersembunyi di lepas pantai Australia oleh pesawat peluncur robot laut.

"Sungai-sungai ini sangat penting untuk memindahkan material dari pantai ke laut dalam," kata para peneliti seperti dikutip dari Live Science, Jumat (19/6/2020).

Sungai bawah laut ini juga disebut dengan "kaskade air rak padat." yang disebabkan ketika air yang dangkal kehilangan panasnya ketika musim dingin. Air ini sudah sangat asin akibat evaporasi selama musim panas. Aliran air yang dingin dan asin di bagian dalam landas kontinen - ujung benua yang biasanya terendam air dangkal - lebih padat daripada air yang lebih dalam.

Didorong oleh perbedaan kepadatan, sungai dalam laut ini ini mengalir ke lepas pantai di sepanjang dasar lautan, menurut pernyataan dari The University of Western Australia. Menurut penelitian, studi sebelumnya telah mendokumentasikan fenomena ini, tetapi mereka terbatas dalam cakupannya dan tidak melihat bagaimana sungai-sungai ini dipengaruhi oleh musim.

Universitas tersebut telah meneliti delapan sungai dalam laut selama tahun 2008 dan 2019.

"Data yang dikumpulkan setara dengan menghabiskan lebih dari 2.500 hari di laut," kata pemimpin penulis Tanziha Mahjabin, yang menyelesaikan proyek sebagai bagian dari tesis Ph.D. dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari Sistem Pengamatan Kelautan Terpadu Australia, kendaraan bawah air otonom yang digunakan di sepanjang pantai mengumpulkan data tentang suhu dan salinitas (konsentrasi garam) air. Pengukuran ini memungkinkan para peneliti untuk menyimpulkan kerapatan air, mengungkapkan keberadaan sungai bawah laut ini.

2 dari 3 halaman

Sungai Dalam Laut Paling Sering Muncul Ketika Musim Dingin

Penampakan sungai dalam laut ini biasanya paling banyak muncul ketika musim gugur dan musim dingin, dan panjang sungai dalam laut ini mencapai 6,213 mil (10.000 kilometer).

Dalam studi baru, para peneliti juga menemukan bahwa sungai bawah laut dapat menahan angin kencang dan gelombang pasang yang sering mengaduk air, sebuah temuan yang merupakan "kejadian unik secara global," tulis para penulis dalam penelitian tersebut.

Robot Glider bawah air yang digunakan ternyata juga dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi bahan organik dan klorofil, pigmen hijau yang ditemukan pada tanaman, ganggang dan cyanobacteria.

Sungai-sungai bawah laut di Australia yang ditemukan para ilmuwan juga didapati berfungsi sebagai saluran transportasi untuk material laut melintasi landas kontinen dan lebih jauh ke lautan.

"Lautan pesisir adalah waduk penerima untuk bahan tersuspensi dan terlarut yang mencakup unsur hara, tanaman dan hewan, dan polutan. Dan merupakan komponen penting dari lingkungan laut, yang menghubungkan tanah dengan laut yang lebih dalam," jelas penulis senior Yasha Hetzel, seorang peneliti di Sekolah Pascasarjana Kelautan Universitas Australia Barat dalam pernyataannya.

Reporter: Yohana Belinda

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Ini: