Sukses

Top 3: Joe Biden Kritik Donald Trump Tangani Protes Kematian George Floyd hingga Fakta Menarik Tato Populer

Liputan6.com, Jakarta - Mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) sekaligus calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden mengecam cara Donald Trump menangani protes atas kematian George Floyd yang berujung ricuh.

Saat berbicara di Philadelphia mengenai kerusuhan yang menjalar di seluruh negeri terkait terbunuhnya George Floyd akibat kebrutalan polisi, Biden mengatakan, "dapat dimaklumi jika warga AS percaya presiden mereka lebih tertarik pada kekuasaan dibandingkan prinsip, lebih tertarik memenuhi hasrat pribadinya ketimbang kebutuhan rakyat yang dipimpinnya."

Kritik dari Joe Biden menjadi sorotan di kanal Global Liputan6.com hari ini.

Selain itu, jumlah korban tewas dan mereka yang ditahan dalam aksi protes kematian pria kulit hitam tersebut juga jadi mencuri perhatian. Saat ini dua orang tewas dan 2.500 orang ditahan.

Selain kedua isu tersebut, fakta menarik tato yang tak banyak diketahui orang ternyata menarik perhatian. Menjadi salah satu berita terpopuler dalam tiga berita pilihan, Top 3 Global.

Berikut ini selengkapnya dalam Top 3 Global edisi Kamis (4/6/2020):

2 dari 4 halaman

1. Joe Biden Kecam Cara Donald Trump Tangani Protes Rusuh Kematian George Floyd

Joe Biden mengacu pada peristiwa Senin 1 Juni, ketika polisi menggunakan gas air mata, granat kilat, dan peluru karet membubarkan unjuk rasa damai di dekat Gedung Putih. Mereka dibubarkan agar Trump dapat mengunjungi Gereja Episkopal St. John dan difoto bersama sejumlah pejabat senior pemerintahan, usai mengancaman akan mengerahkan pasukan militer guna meredam kekacauan yang terus meningkat.

Dalam pidato yang disampaikan pada hari yang sama dengan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) pendahuluan di 7 negara bagian dan Distrik Columbia, yang berpotensi membantunya meraih jumlah suara delegasi yang cukup untuk memenangkan pencalonan, Biden mengatakan negara tersebut "sangat menginginkan kepemimpinan yang dapat menyatukan kita," dan bahwa dia, alih-alih Trump, mampu memberikan hal itu.

"Saya tidak akan menjual ketakutan dan perpecahan. Saya tidak akan mengobarkan api kebencian. Saya akan berusaha menyembuhkan luka terkait isu ras yang telah lama menjangkiti negeri ini, bukan memanfaatkannya demi kemenangan politik," ujar pria 77 tahun itu, seperti dilansir Xinhua, Rabu (3/6/2020).

"Saya akan melakukan tugas saya dan bertanggung jawab. Saya tidak akan menyalahkan orang lain. Saya tidak akan pernah lupa bahwa tugas itu bukan tentang diri saya."

Biden mengatakan teriakan "Saya tidak bisa bernapas" yang dilontarkan para pengunjuk rasa untuk menirukan kalimat terakhir Floyd sebelum tewas akibat kehabisan napas, merupakan "pengingat bagi negara kita, bagi kita semua." Sementara itu, dia mengatakan bahwa "tidak ada tempat bagi kekerasan" atau "kerusuhan" atau "perusakan properti," seraya menambahkan bahwa "polisi juga tidak boleh ... meningkatkan penggunaan kekerasan."

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 4 halaman

2. 2 Tewas dan 2.500 Orang Ditahan Selama Protes Rusuh Kematian George Floyd di AS

Dua orang tewas ditembak aparat dan 60 lainnya ditangkap dalam aksi unjuk rasa dan penjarahan di sejumlah area permukiman dan pinggiran Kota Chicago. Aksi itu merupakan respons atas pembunuhan terhadap George Floyd saat ditangkap polisi.

Aksi protes dan penjarahan meluas ke bagian utara, barat, dan selatan Chicago ketika Wali Kota Chicago Lori Lightfoot pada Minggu 31 Mei menutup Kawasan Pusat Bisnis dan area Loop. Wilayah pusat kota Chicago menjadi sasaran penjarahan dan perusakan oleh para perusuh pada Sabtu 30 Mei malam waktu setempat.

Gubernur Negara Bagian Illinois J.B. Pritzker mengumumkan dirinya mengerahkan tambahan 250 pasukan Garda Nasional Illinois dan 300 anggota Kepolisian Negara Bagian Illinois untuk membantu memperkuat departemen kepolisian di pinggiran dan kawasan selatan negara bagian setelah dirinya menyatakan tujuh wilayah di Illinois sebagai zona bencana akibat protes kematian George Floyd.

Pritzker mengerahkan 375 anggota garda untuk Chicago selama akhir pekan atas permintaan Lightfoot, seperti dilansir Xinhua, Rabu (3/6/2020).

Baca di sini sambungannya.

4 dari 4 halaman

3. Sejak Zaman Es hingga Berharga Miliaran, Ini 10 Fakta Tato yang Tak Banyak Diketahui

Tak sedikit orang mengekspresikan diri via seni merajah tubuh. Meski harus merasakan sakit dalam proses pembuatan tato itu.

Diyakini, tato memiliki bentuk penyembuhan yang mirip dengan akupunktur, dan berkembang menjadi bentuk seni seperti sekarang ini.

Tato mulai dikenal luas di negara Barat pada tahun 1970-an, dipopulerkan oleh para pelaut. Di masa sekarang, rajah tubuh tak lagi dipandang sebagai lambang perlawanan, namun juga simbol seni.

Bukan sekadar gaya atau hasil ekspresi diri, ternyata tato memiliki beberapa fakta yang menarik yang mungkin belum diketahui banyak orang. Suka atau tidak suka memang tato ini menarik perhatian banyak orang.

Dikutip dari thefactsite, Selasa (2/06/20), berikut 10 fakta menarik soal tato yang tercatat sejarah:

Selengkapnya klik di sini.