Sukses

Makan di Restoran Barbekyu, 17 Warga Korsel Keracunan Karbon Monoksida

Liputan6.com, Seoul - Sebanyak tujuh belas orang keracunan gas karbon monoksida saat makan di restoran barbekyu di Seogwipo di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Otoritas pemadam kebakaran Jeju, Korea Selatan mengatakan para pengunjung telah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 8 malam pada Minggu, 11 Agustus 2019. Saat itu mereka menunjukkan tanda-tanda keracunan karbon monoksida, seperti dilansir dariĀ The Star, Senin (12/8/2019).

Mereka lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Seogwipo yang dikelola pemerintah Korea Selatan dan Pangkalan Angkatan Laut Jeju yang dilengkapi dengan ruang hiperbarik.

Pemerintah kota Seogwipo dan otoritas kebakaran menduga gas beracun dihasilkan dari arang pohon palem yang digunakan di restoran, dan sedang menyelidiki pemilik restoran.

2 dari 3 halaman

Insiden Serupa di Amerika Serikat

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Amerika Serikat.

Generator yang terletak di area festival sepeda motor tahunan, Tennessee, Amerika Serikat, mengalami kebocoran, pada September 2011. Sedikitnya lima pengendara sepeda motor tewas akibat kejadian tersebut.

Diduga, kelimanya tewas akibat menghirup karbon monoksida yang keluar dari generator tersebut.

Bill Langford, ketua penyelenggara ajang perkumpulan biker itu melaporkan, seluruh korban sempat mengeluh sakit kepala dan mual. Kelimanya tewas sesaat setelah menjalani tes di rumah sakit terdekat. Kandungan tinggi karbon monoksida ditemukan di dalam tubuh korban. Seluruh korban berasal dari daerah Clarksville sekitar 40 mil barat laut dari Nashville.

Ajang yang diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi pendidikan anak-anak tidak mampu. Festival ini dimeriahkan oleh penampilan akrobatik sepeda, pertunjukan musik juga kontes tato.

3 dari 3 halaman

Simak pula video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Eskalasi Tensi Diplomatik, Korsel Setop Kerja Sama Intelijen dengan Jepang
Artikel Selanjutnya
Pejabat Korsel Beberkan 4 Kiat Lanjutan untuk Kejar Denuklirisasi Korea Utara