Sukses

Bukan Harimau, Ini 5 Hewan Berstasus Pembunuh Andal di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Manusia dan hewan adalah dua makhluk hidup yang dapat hidup secara berdampingan. Meski berbeda habitat, manusia dan hewan bisa menjaga keharmonisan dalam menjalani kehidupan.

Namun, terkadang kita kerap mendengar manusia yang meninggal karena hewan, begitu pula sebaliknya. Sejumlah faktor yang membuat hal itu terjadi karena lokasi atau habitat para hewan yang terusik.

Ada pula yang terjadi akibat virus yang dibawa oleh hewan tersebut, faktor kelaparan hingga adanya ancaman. Ternyata, tak semua hewan bertaring besar yang mampu membunuh manusia dalam jumlah yang banyak.

Namun tahukah Anda bahwa hewan yang paling banyak membunuh bukan harimau, melainkan beberapa hewan ini. Seperti dikutip dari laman BBC, Senin (29/7/2019) berikut 5 hewan tersebut:

2 dari 6 halaman

1. Nyamuk

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, sekitar 725.000 orang terbunuh setiap tahun oleh penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Malaria saja mempengaruhi 200 juta orang, di mana diperkirakan 600.000 meninggal. Nyamuk juga membawa demam berdarah dan ensefalitis.

Nyamuk dapat ditemukan di hampir setiap bagian dunia pada waktu yang berbeda sepanjang tahun, dan pada musim kawin puncak mereka melebihi jumlah hewan lain.

3 dari 6 halaman

2. Ular

Diperkirakan 50.000 orang terbunuh setiap tahun oleh ular. Ular paling berbisa di dunia adalah Inland Taipan, juga dikenal sebagai Taipan Barat.

Bisanya sangat beracun dan mampu membunuh manusia kurang dari 45 menit.

Lebih dari 80 persen dari mereka yang digigit oleh Inland Taipan meninggal dunia. Tapi reptil itu bukan pembunuh terbesar, karena mereka jarang menggigit manusia.

4 dari 6 halaman

3. Anjing

Binatang yang satu ini mungkin teman terbaik manusia? Mungkin iya.

Tetapi faktanya, anjing yang rabies dapat menyebabkan kematian. Rabies dari anjing telah menyebabkan kematian hingga 25.000 orang per tahun.

Negara-negara dengan jumlah besar anjing liar adalah India. Menurut WHO, sekitar 36 persen dari kematian rabies di dunia ada di India.

 

5 dari 6 halaman

4. Lalat Tsetse

Lalat tsetse memiliki ukuran yang lebih besar dari lalat rumah biasa. Lalat tsetse menggunakan belalai besar untuk menggigit hewan vertebrata, termasuk manusia, dan menyedot darah mereka.

Hewan ini membawa trypanosomiasis Afrika, atau parasit yang menyebabkan demam, sakit kepala, dan nyeri sendi, diikuti oleh muntah, pembengkakan otak, dan sulit tidur.

Diperkirakan 10.000 orang meninggal akibat hewan ini.

6 dari 6 halaman

5. Buaya

Soal siapa yang dianggap paling angker, buaya bisa dikatakan sejajar dengan singa dan ikan hiu. Satwa ini punya kemampuan membunuh yang sangat efektif.

Tidak jarang korban bertubuh jauh lebih besar ikut menjadi korban, misalnya kuda nil, sapi atau, dalam kasus buaya air tawar, bahkan ikan hiu.

Sekitar 1.000 manusia tercatat tewas akibat gigitan buaya setiap tahunnya.