Sukses

Jepang Nekat Angkat Isu Hong Kong di KTT G20 Meski Dikecam China

Liputan6.com, Osaka - Sebelum KTT G20, pemerintah China mengatakan tidak akan mentoleransi adanya pembahasan tentang protes Hong Kong dalam pertemuan puncak tersebut.

"Urusan Hong Kong adalah urusan domestik China. Setiap pasukan asing tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam hal ini," kata Asisten Menteri Luar Negeri China Zhang Jun daman konferensi pers pada Senin 24 Juni 2019.

Namun ternyata, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengangkat topik itu dalam pertemuan pertamanya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis malam, bertepatan dengan KTT G20, sebagaimana dikutip dari CNN, Jumat (28/6/2019).

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Abe mengatakan kepada Xi bahwa penting bagi Hong Kong untuk tetap "bebas dan terbuka."

Hal itu nampaknya menjadi respons Jepang atas unjuk rasa yang terjadi selama dua minggu terakhir di jalanan Hong Kong. Mereka menolak RUU ekstradisi yang memungkinkan warga wilayah otonom itu untuk dapat diadili oleh pemerintah China daratan.

Sejak Rabu, warga Hong Kong juga telah longmars di depan kantor konsuler negara-negara partisipan KTT G20 untuk peduli dengan kasus Hong Kong.

Undang-undang kontroversial itu telah ditangguhkan tanpa batas waktu - tetapi Beijing masih sangat sensitif tentang protes. Tidak disebutkan komentar Abe yang muncul dalam versi China dari percakapan kedua pemimpin.

Begitu pula, belum diketahui bagaimana tanggapan Xi Jinping tentang masukan dari PM Abe.

2 dari 3 halaman

Presiden China Sebut Timur Tengah dalam Persimpangan Perang

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping telah bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di sela-sela KTT G20, menurut media pemerintah China Xinhua.

Xi mengatakan kepada Guterres bahwa wilayah Teluk "menghadapi persimpangan perang dan perdamaian" di tengah retorika yang semakin memanas antara AS dan Iran.

Pekan lalu, Iran menembak jatuh drone militer AS . Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan balasan terhadap Iran akhir pekan lalu, hanya untuk  membatalkannya pada menit terakhir.

Berbicara kepada Guterres, Xi menyerukan "tenang dan menahan diri," mengatakan bahwa para pemain di wilayah tersebut perlu terlibat dalam dialog.

"China selalu berdiri di sisi perdamaian dan menentang perang," katanya.

3 dari 3 halaman

Trump Minta Putin Jangan Intervensi Pemilu AS

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin untuk tidak ikut campur dalam pemilihan di Negeri Paman Sam. Kalimat itu disampaikan sang presiden nyentrik sambil tertawa di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang pada Jumat 28 Juni 2019.

"Tolong jangan ikut campur dalam pemilu," kata Trump, menyeringai dan mengibaskan jarinya pada Putin, lapor CNN. Hal itu adalah momen tak terduga, mengingat Trump sering dituduh oleh berbagai pejabat telah melakukan kontak dengan Rusia selama pemilu 2016 lalu.

Trump mengatakan dia menikmati "hubungan yang sangat, sangat baik" dengan Putin, dan mengatakan "banyak hal positif akan didapatkan dari hubungan itu."

"Kami memiliki banyak hal untuk dibahas, termasuk perdagangan dan pelucutan senjata, beberapa proteksionisme kecil, dengan cara yang sangat positif," kata Trump.

Sebelum berangkat ke Osaka untuk menghadiri KTT G20, Trump telah mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia akan melakukan pembicaraan dengan Putin.

"Saya akan melakukan pembicaraan yang sangat baik dengannya," kata Trump.

"Apa yang saya katakan kepadanya bukan urusan Anda," lanjutnya.

Saat Trump melakukan perjalanan ke KTT G20, ia melemparkan kritik terhadap Jepang, India, dan Jerman atas masalah perdagangan dan pertahanan - tetapi tidak terhadap Rusia. 

Loading
Artikel Selanjutnya
2 Penyandang Disabilitas Asal Jepang Terpilih Jadi Anggota Parlemen
Artikel Selanjutnya
AS Perpanjang Lisensi untuk Huawei selama 90 Hari