Sukses

Jual Sandal Bertuliskan Kicauan Donald Trump, Pria Ini Raup Untung Besar

Liputan6.com, Washington DC - Sam Morrison gemar menciptakan karya yang 'tak biasa'. Di sekolah menengah, dia membuat kemeja sutra dan setumpuk kartu dengan kompartemen rahasia di dalamnya. Dan selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar proyeknya berbentuk digital.

Tapi, semua itu berubah sampai ia memiliki ide pada sekitar dua tahun lalu, untuk membuat sandal berhias twit Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Coba Anda telisik hampir 40.000 twit Donald Trump dan Anda pasti akan menemukan beberapa pendapatnya yang bertentangan," kata Morrison, menyebut rancangan sandal dengan berbagai kicauan kontradiktif Trump laku keras di pasaran.

"(Dengan sandal itu) saya ingin menyoroti kemunafikannya," tambah Morrison seperti dikutip dari The Business Insider, Minggu (6/1/2019).

Morrison memiliki pekerjaan penuh waktu di industri periklanan ketika ia mulai memproduksi massif karyanya dua tahun lalu. Dia memilih bahan-bahannya dan mencetak twit Trump secara mandiri, dan mengemasnya dengan tangan.

Pada 5 September 2017, Sam Morrison mulai menjual sandal bertema twit Donald Trump melalui situs web PresidentFlipFlops.com.

Morrison membuat 1.000 pasang sandal, dan laris manis tidak sampai sebulan setelahnya. 

Terlepas tak memiliki anggaran untuk memasarkan produknya secara publik, sandalnya tetap viral, mendapatkan liputan dari outlet berita utama seperti MSNBC, Huffington Post, Fortune, dan BBC. Produk tersebut juga viral di Twitter dan Reddit.

Morrison mengatakan dia menyumbangkan 10 persen dari setiap pembelian ke lembaga amal American Civil Liberties Union.

Sam Morrison mengatakan kepada Business Insider bahwa sandal Donald Trump itu dijual terbatas karena upaya dan kerumitan di balik produksi.

"Pesanan minimum untuk bahan baku sandal adalah 1.000 pasang dan butuh dua bulan pengiriman hingga sampai kepada saya," katanya.

"Saya mencetak 1.000 pasang tangan dengan alat panas, mengemas dan mengirimkan semuanya sendiri, jadi itu adalah proyek yang sangat memakan waktu."

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

3 Set Tweet Trump yang Kontradiktif

Sam Morrison membuat tiga desain sandal, berdasarkan tiga set twit Trump yang kontradiktif.

Ada sandal Trump "Edisi Suriah" seperti gambar di atas.

Pada 2013, Trump mengunggah tweet untuk mendesak Presiden Barack Obama agar tidak menyerang Suriah. Pada April 2017, Trump menyerang Suriah.

Ada juga sandal "Electoral College".

Sandal bertuliskan tweet Presiden Donald Trump (Sam Morrison / PresidentFlipFlops.com)

Pada November 2012, Trump mengetwit bahwa Electoral College "adalah bencana bagi demokrasi." Hampir tepat empat tahun kemudian, hanya beberapa hari setelah memenangkan pemilihan presiden 2016 berdasarkan electoral college, Trump menyebut "Electoral College sebenarnya jenius."

Terakhir, ada sandal edisi "Sumber anonim".

Sandal bertuliskan tweet Presiden Donald Trump (Sam Morrison / PresidentFlipFlops.com)

Pada 2012, Trump mengunggah twit bahwa akte kelahiran Obama adalah palsu, berdasarkan pada "sumber anonim yang sangat kredibel." Empat tahun kemudian, Trump mendesak orang untuk tidak percaya siapa pun yang mengutip sumber tanpa nama.

Meskipun hanya membuat tiga desain sandal, dalam lima ukuran, dengan kisaran harga sekitar US$ 30 (setara Rp 426 ribu), Morrison menjual setiap sandal Trump yang ia buat dalam waktu kurang dari sebulan. Dia mengatakan mereka "terjual habis secara permanen."

Morrison mengatakan bahwa orang-orang dari 47 negara bagian di AS membeli sandal Trump.

Meski laku keras, ia tak berniat untuk melanjutkan produksi dalam jangka panjang karena "harus memproduksi dan mengirimkan semuanya sambil tetap mengerjakan pekerjaan penuh waktu, Presiden Flip Flops adalah kegiatan yang terbatas."

Namun, jika Morrison memutuskan untuk membuat lebih banyak sandal di masa depan, ia pasti akan memiliki banyak bahan sumber yang bagus dari twit Trump.

Pemerintah Tunisia Dorong Warganya Berpoligami?

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Persiapan di Medan Perang, Militer AS Gunakan Teknologi Canggih Ini
Artikel Selanjutnya
Pejabat Pentagon: Penarikan Pasukan dari Suriah Tergantung Situasi