Sukses

Senyum Kim Jong-un di Lukisan Resmi Sang Pemimpin Korut, Pertanda Apa?

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara telah meluncurkan lukisan resmi pertama Kim Jong-un. Foto baru itu dipamerkan saat kunjungan Presiden Kuba ke negeri itu.

Berbeda dengan potret resmi para pendahulunya yang bertebaran di seluruh negeri, gambar Kim Jong-un justru tak pernah terlihat. Meski sudah sejak lama ia menjadi penerus takhta pemimpin Korea utara.

BBC yang dikutip Selasa (6/11/2018) melaporkan bahwa jika seseorang pernah melihat gambar Kim Jong-un ,itu dipastikan hanyalah foto bukan lukisan, atau karya 'ilegal'

Sementara, dalam lukisan terbaru, Kim Jong-un tersenyum sambil melihat sedikit ke kiri dalam balutan setelan jas ala Barat.

"Gambar Kim Jong-un yang dilukis itu dalam gaya itu adalah petunjuk kuat bahwa rezimnya bisa mulai mengambil langkah untuk mengembangkan kultus kepribadian Kim Jong-un," kata Oliver Hotham, analis NK News, mengatakan kepada BBC.

"Gaya lukisan seperti itu sangat 'menggugah', berbeda dengan Kim pendahulunya. Orang Korea Utara pasti akan memahami simbolisme di baliknya".

Simbolisme dan citra sangat penting di Korea Utara: potret-potret ayah dan kakek Kim Jong-un menggantung di setiap bangunan di seluruh negeri.

Sejak meneruskan kekuasaan pada tahun 2011, pemimpin Korut saat ini justru lebih terlihat seperti penerus dan murid dari dua pendahulunya. Tak setara dengan mereka.

Di Mana Bisa Melihat Lukisan Kim Jong-un?

Sejauh ini lukisan resmi Kim Jong-un itu hanya ditampilkan di TV selama kunjungan kenegaraan Presiden Kuba Miguel Díaz-Cane ke Pyongyang.

Belum dapat dipastikan bagaimana Pyongyang menampilkan lukisan resmi Kim Jong-un itu di masa mendatang. Apakah akan selalu diperlihatkan atau menjadi pokok propaganda seperti potret ayah dan kakeknya yang terus dipajang.

"Untuk saat ini, lukisan itu kemungkinan akan berakhir di tempat penyimpanan yang dijaga ketat, yang akan diluncurkan hanya pada kesempatan-kesempatan khusus," kata Abraham. 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Bagaimana Citra Kim Jong-un Berubah?

Perjalanan Kim Jong-un ke pucuk pimpinan Korut agak mendadak ketika ayahnya meninggal secara tak terduga pada tahun 2011. Saat itu ia relatif tidak berpengalaman dan tak punya persiapan untuk jadi pemimpin masa depan.

"Seiring waktu berjalan, citra diri Kim Jong-un berubah, " jelas Andray Abrahamian dari Griffith Asia Institute.

"Penanda paling penting telah memasukkan lagu dan produk budaya yang merayakan Kim Jong-un dan keluarganya - yang disebut sebagai Paektu bloodline atau garis darah Paektu. Ia juga mereorganisasi pemerintah dan membuat dirinya sebagai pusat. Ia juga memiliki garis strategis baru, terpisah dari ayahnya. "

Sementara ayahnya mengejar agenda militer sebagai yang tana, Kim Jong-un mendorong kebijakan dua jalur untuk mengembangkan senjata nuklir serta ekonomi.

"Segala sesuatu yang terjadi pada 2018 juga telah berhasil memperkuat citranya," kata Hotham.

"Delapan pertemuan puncak dengan kepala negara asing menjadi keuntungan sendiri bagi propaganda Pyongyang, membantu mereka melukiskan sang pemimpin sebagai negarawan yang dihormati secara internasional setara dengan Xi Jinping dan Donald Trump."

Loading
Artikel Selanjutnya
Presiden Kuba Temui Kim Jong-un Saat Kunjungan Pertama ke Asia, Hasilnya?
Artikel Selanjutnya
Korea Utara Ancam Buat Senjata Nuklir Lagi jika AS Tak Cabut Sanksi