Sukses

Korut dan Korsel Sepakat Hapus Senjata dan Pos Penjaga di Perbatasan, Pertanda Apa?

Liputan6.com, Panmunjom - Korea Utara dan Selatan telah sepakat untuk menarik penempatan senjata dan pos jaga dari Panmunjom, sebuah desa yang dijadikan "kota gencatan senjata" bagi perbatasan kedua negara.

Panmunjom juga dikenal sebagai Daerah Keamanan Bersama (JSA), yang merupakan satu-satunya tempat di sepanjang perbatasan, di mana pasukan dari kedua negara Korea saling berhadapan.

Tujuan kesepakatan baru tersebut, sebagaimana dikutip dari BBC pada Selasa (23/10/2108), adalah untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara, terutama setelah pertemuan puncak pada bulan April lalu, yang menghasilkan komitmen penyelesaian Perang Korea.

Awal bulan ini, pasukan dari kedua belah pihak mulai memindahkan sekitar 800.000 ranjau darat yang terkubur di sepanjang perbatasan Korea.

"Kedua Korea dan UNC (Komando PBB yang dipimpin AS) setuju untuk mengambil langkah-langkah menarik senjata api dan pos militer dari JSA pada 25 Oktober, dan selama dua hari berikutnya, ketiga pihak akan melakukan verifikasi bersama," tulis Kementerian pertahanan Korea Selatan di Seoul dalam sebuah pernyataan.

Ketiga pihak juga mengkonfirmasi penyelesaian operasi penghapusan ranjau di JSA, katanya.

Sementara itu, menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, sekelompok pejabat Pyongyang telah berangkat ke Rusia pada Senin 22 Oktober, di tengah spekulasi bahwa pemimpin Kim Jong-un berencana untuk mengunjungi negara itu bulan ini, atau awal bulan depan.

Pembicaraan pada Senin adalah pertemuan kedua komisi JSA trilateral, yang terdiri dari dua negara Korea dan Komando PBB, yang telah mengawasi urusan di Zona Demiliterisasi (DMZ) sejak berakhirnya Perang Korea 1950-1953.

Kawasan yang terletak di Panmunjom itu digunakan sebagai titik pertemuan, dan para pemimpin kedua Korea telah bertemu sebanyak dua kali di sana pada tahun ini.

Tetapi selama bertahun-tahun sebelumnya, juga telah melihat sejumlah pertempuran bersenjata terjadi di Panmunjom. Desember lalu, seorang tentara Korea Utara ditembak dan terluka parah oleh pihaknya sendiri ketika membelot ke Selatan.

Pada lusa, Kamis 25 Oktober 2018, senjata api dan pos penjaga akan dipindahkan dari zona, yang dapat mengurangi kemungkinan insiden serupa.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Hubuan Antar-Korea Kian Membaik

Hubungan antara Utara dan Selatan --yang secara teknis masih berperang-- telah membaik dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah terbaru disepakati pada hari Senin, ketika Kim Jong-un dan mitranya di Korea Selatan, Moon Jae-in, bertemu bulan lalu di Pyongyang untuk pembicaraan yang berpusat pada negosiasi denuklirisasi yang macet.

Momen itu terjadi setelah pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada bulan Juni, di mana keduanya setuju untuk bekerja sama menuju denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.

Pada bulan April, Korea Selatan mengatakan telah menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan untuk "meredakan ketegangan militer antara kedua Korea".

Loading
Artikel Selanjutnya
Amerika Serikat dan Korea Selatan Tunda Latihan Militer, demi Korut?
Artikel Selanjutnya
FPCI Beri Penghargaan kepada Kim Jong-un dan Moon Jae-in