Peretas Korea Utara Diduga Bobol 2 Bank Milik Negara, Dana Dialihkan ke Kripto

Kelompok peretas dilaporkan ditangkap di Korea Utara setelah diduga mencuri dana dari dua bank negara dan mencucinya lewat kripto.

Diterbitkan 26 Juli 2026, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Korea Utara dilaporkan menangkap sekelompok mantan operator siber pemerintah dan spesialis teknologi informasi (TI) yang diduga meretas dua bank milik negara. Dana yang dicuri disebut diubah menjadi aset kripto sebelum dicuci melalui perantara yang berbasis di China.

Mengutip CoinMarketCap, Minggu (26/7/2026), media Korea Selatan Daily NK melaporkan kabar tersebut dengan mengutip sumber anonim di Pyongyang. Kelompok itu diduga membobol jaringan internal bank sentral Korea Utara dan Foreign Trade Bank.

Dana negara yang berhasil dicuri kemudian disebut dikonversi menjadi aset kripto. Setelah itu, dana tersebut diduga dicuci dengan melibatkan broker yang berbasis di China.

Namun, awak media Daily NK belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Daily NK juga mengandalkan jaringan sumber di dalam Korea Utara untuk mendapatkan informasi.

Kondisi tersebut membuat informasi dari negara itu sulit diverifikasi secara independen. Korea Utara memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses maupun penyebaran informasi.

Apabila laporan penangkapan tersebut terkonfirmasi, kasus ini akan menjadi peristiwa yang tidak biasa karena operator siber Korea Utara justru dituduh mencuri dana dari lembaga keuangan milik pemerintahnya sendiri.

 

Korea Utara Kerap Dikaitkan dengan Peretasan Kripto

Kasus tersebut menjadi sorotan karena selama ini Pyongyang justru banyak dituduh mengarahkan kelompok peretas yang didukung negara untuk menyerang perusahaan kripto di luar Korea Utara.

Kelompok-kelompok tersebut dituding mencuri aset digital sebagai salah satu cara menghasilkan pendapatan sekaligus menghindari dampak sanksi internasional terhadap negara itu.

Namun, laporan terbaru berbeda karena target peretasan diduga merupakan lembaga keuangan milik Korea Utara sendiri. Para terduga pelaku juga disebut sebagai mantan operator siber negara dan spesialis TI.

Daily NK merupakan media berbasis di Seoul, Korea Selatan, yang secara khusus meliput perkembangan di Korea Utara. Media tersebut mengandalkan jaringan sumber yang berada di dalam negara tersebut.

Meski demikian, ketatnya kontrol pemerintah Korea Utara terhadap akses dan informasi membuat laporan mengenai berbagai peristiwa di negara tersebut sulit dikonfirmasi melalui sumber independen.

Karena itu, informasi mengenai penangkapan kelompok peretas, pembobolan dua bank negara, hingga penggunaan aset kripto untuk mencuci dana tersebut masih bersumber dari laporan Daily NK dan belum dapat diverifikasi secara independen.