Sukses

Kuliner Nusantara hingga Pemenang Lomba HUT RI Meriahkan 'Pesta Rakyat' WNI di Jenewa

Liputan6.com, Jenewa - Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa menyelenggarakan 'Pesta Rakyat' pada 12 Agustus 2018, bertempat di Wisma Wakil Tetap (Watap) RI di sana. Tahun ini dihadiri oleh sekitar 250 diaspora Indonesia yang dengan bersemangat dan aktif meramaikan berbagai kegiatan dalam acara tersebut.

"Konsep 'Pesta Rakyat' tahun 2018 ini dikemas dengan beragam ekspresi budaya tradisional Indonesia yang dimaksudkan untuk meneguhkan kembali identitas Indonesia dan mengingatkan kembali kekayaan budaya tanah air kepada diaspora Indonesia, termasuk anak-anak dan generasi muda Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Swiss", ujar Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Jumat (17/8/2018).

Untuk melengkapi nuansa nusantara, disediakan stand-stand berbagai hidangan kuliner asal Tanah Air, yang di antaranya adalah sate, pempek, nasi padang, siomay, es teler, es dawet, pecel ayam, mi bakso, asinan sampai rempeyek. Di sudut lainnya hadir bazar aneka kerajinan khas nusantara di antaranya batik, kebaya dan pernak pernik.

Selain sebagai ajang bersilaturahmi di Jenewa, pada 'Pesta Rakyat' ini juga hadir Warung Konsuler KBRI Bern dan tenda PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri). Dengan demikian, 'negara hadir' untuk memberikan pelayanan kepada WNI untuk mengurus paspor dan dokumen ke-konsuleran terkait, serta untuk melakukan pendataan calon pemilih pada Pemilu 2019.

'Pesta Rakyat' ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan khas masyarakat Indonesia untuk anak-anak, remaja maupun dewasa seperti makan kerupuk, balap karung dan tarik tambang, serta perlombaan tradisional yang di antaranya yaitu galasin dan demonstrasi pencak silat.

Untuk lebih memeriahkan acara 'Pesta Rakyat' WNI di Jenewa, diberikan pula hadiah door prizes dari home staff PTRI Jenewa kepada masyarakat, termasuk local staff PTRI.

 

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini. 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Untuk Melestarikan Budaya hingga Pelepas Rindu

Duta Besar Hasan Kleib menekankan maksud dari penyelenggaraan perlombaan tradisional dalam 'Pesta Rakyat' adalah, untuk mengingatkan para WNI di Jenewa bahwa upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia perlu dilakukan oleh semua pihak di manapun kita berada. Mengingat permainan tradisional adalah traditional knowledge, yang bersama-sama dengan traditional cultural expressions, diakui oleh WIPO (World Intellectual Property Rights) sebagai local wisdom yang perlu terus dijaga kelestariannya.

Diaspora Indonesia menyambut baik inisiatif PTRI Jenewa dan mengharapkan kerjasama antara PTRI dan WNI di Jenewa terus berlanjut.

"Ibarat pepatah, jauh di mata dekat di hati, 'Pesta Rakyat' merupakan obat rindu pada Tanah Air, melepas kangen pada kuliner Indonesia, bersilaturahmi, juga berbagi kegembiraan bersama", ungkap Ketua Asosiasi Indonesia Jenewa (AIJ), Erwan Nasution, yang telah hampir 20 tahun menjadi arsitek di Jenewa.

Erwan menambahkan bahwa karena banyak warga asing yang juga hadir, acara 'Pesta Rakyat' bisa juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke masyarakat asing.

Pada 'Pesta Rakyat 2018' ini, juga diumumkan pemenang pertandingan olahraga seperti tenis meja, catur, bulu tangkis dan gaple, yang telah diselenggarakan sebelumnya pada Pekan Olah Raga PTRI Jenewa 2018 dalam rangka peringatan HUT RI ke-73.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Montreux, Kota Favorit Freddie Mercury yang Indah dan Damai