Sukses

Pelaku Pemerkosaan terhadap Mahasiswi Indonesia di Belanda Masih Buron

Liputan6.com, Rotterdam - Polisi Rotterdam, Belanda, telah membuat permohonan bantuan kepada publik terkait kasus kejahatan seksual yang menimpa mahasiswi Indonesia. Akibat ulah pelaku, korban yang berusia sekitar 20 tahun itu dilaporkan mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat intensif di ICU rumah sakit terdekat.

Hingga kini, pelaku masih belum ditemukan dan polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran. Tim penyidik yang terdiri dari 20 detektif dan ahli forensik dikerahkan. Mereka menelusuri jalanan yang dilalui mahasiswi Indonesia tersebut. Selain itu, polisi juga memanfaatkan anjing pelacak dan helikopter.

Berdasarkan kamera pengawas yang dipasang di rumah korban, polisi menduga pelakunya adalah pria berusia sekitar 20 tahun, bertubuh gelap, mengenakan jaket hoodie berwarna gelap, dan mengayuh sepeda yang juga berwarna gelap. Meski demikian, polisi masih belum mengumpulkan cukup bukti, sehingga belum bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Bantuan dalam penyelidikan ini benar-benar disambut baik (oleh masyarakat setempat)," kata juru bicara polisi Roland Ekkers seperti dikutip dari nos.nl, Senin (23/7/2018).

Menurut keterangan media lokal, Rijnmond, mahasiswi Indonesia itu terluka parah setelah diserang dan diperkosa oleh seorang pria tak dikenal pada Sabtu, 21 Juli pagi waktu setempat. Kejadian ini terjadi di Herman Bavinckstraat, di distrik De Esch, Rotterdam, Belanda.

Saat ini kondisi korban belum stabil dan dalam perawatan intensif.

Mahasiswi Indonesia itu bersepeda dari Rotterdam Central, melalui Maasboulevard, menuju rumahnya di Herman Bavinckstraat, sekitar pukul 05.00 waktu Belanda. Dia tiba di kediamannya sekitar pukul 05.30.

Tidak lama setelah dia mengunci sepedanya di pinggir jalan, seorang pria tak dikenal menyerang dan memperkosanya. Polisi menduga laki-laki tersebut telah membuntutinya sejak awal.

Gambar yang tertangkap kamera CCTV rumah korban diamankan, TKP telah dipetakan dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga menghubungi orang-orang yang melihat atau mendengar sesuatu mencurigakan di sekitar Herman Bavinckstraat sekitar pukul 05.30 pada hari Sabtu.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Didampingi Tim Perlindungan WNI KBRI Den Haag

Mahasiswi asal Indonesia yang jadi korban pemerkosaan di Belanda itu dilaporkan sedang menjalani masa studi di negara tersebut.

Ia diketahui merupakan mahasiswa pertukaran di Erasmus University. Usianya berkisar 20 tahun. Demikian seperti dikutip dari media lokal, Rijnmond.

 Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI membenarkan kasus yang dialami mahasiswi asal Indonesia tersebut. Melalui sebuah pernyataan, Kemlu mengatakan tim perlindungan WNI KBRI Den Haag akan terus memberikan pendampingan terhadap korban.

"Benar adanya kejadian sebagaimana diberitakan tersebut. Sejak tadi malam Tim Perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah dilokasi dan akan terus memberikan pendampingan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat. Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu, kami harus menjaga identitas korban," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal.

Artikel Selanjutnya
Menlu Retno: UU Negara Bangsa Yahudi Israel Mengingkari Hak Orang Palestina
Artikel Selanjutnya
Pendarahan, Kondisi Mahasiswi Indonesia Korban Pemerkosaan di Belanda Kritis