Sukses

Diduga Berencana Melakukan Pengeboman, Diplomat Iran Ditangkap di Jerman

Liputan6.com, Berlin - Media massa di Jerman ramai-ramai melaporkan penangkapan seorang diplomat Iran oleh polisi di wilayah tenggara negara itu. Ia diduga terlibat rencana pengeboman terhadap sebuah acara yang digelar oleh kelompok oposisi Iran di Prancis.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin, 2 Juli 2018, surat kabar Bild mengidentifikasi diplomat Iran yang tertangkap itu sebagai Assadollah A, seorang pria berusia 47 tahun yang bekerja di Kedutaan Besar Iran di Wina, Austria. 

Menurut laporan seorang wartawan yang berkantor di Berlin, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia pada Selasa (3/7/2018), beberapa petugas keamanan menghentikan mobil sewaan yang dikendarai oleh diplomat terkait, ketika melintas di jalan raya di negara bagian Bavaria pada Minggu malam, 1 Juli 2018, waktu setempat. 

Wartawan itu mengatakan ada beberapa orang lain di dalam mobil, dan identitas mereka belum dikonfirmasi. Ditambahkan, polisi Jerman menduga diplomat itu memiliki bahan peledak di dalam mobil tersebut, tetapi tidak menemukannya.

Perintah penangkapan terhadap diplomat Iran itu berawal dari laporan otoritas di Belgia, yang mengatatakan telah mendapat konfirmasi dari sepasang suami istri asal Negeri Persia yang telah ditahan sebelumnya di Brusssels. 

Pasangan suami istri asal Iran itu ditangkap karena kedapatan menyimpan 500 gram peledak rakitan TATP pada Sabtu, 30 Juni 2018, yang disertai dengan beberapa alat pendukungnya.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

2 dari 2 halaman

Diduga Berkomplot

Sementara itu, Kejaksaan Belgia menyebut nama pasangan suami istri itu sebagai Amir S (38) dan Nasimah N (33), yang dicurigai berkomplot untuk mengebom sebuah pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Iran NCRI di Kota Villepinte, di dekat Paris.

Tim jaksa menuntut pasangan itu dengan pasal percobaan pembunuhan oleh teroris dan mempersiapkan aksi terorisme.

Di lain pihak, wartawan surat kabar Bild yang mewartakan penangkapan diplomat Iran di Jerman, mengaku tidak tahu pasti apa yang direncakan terkait dugaan kepemilikan bahan peledak terlarang. Ia berasumsi bahwa kemungkinan pria itu akan bertemu dengan pasangan yang telah lebih dulu ditangkap di Brussels, dan kemudian melengkapi komponen bom, sebelum diledakkan di Prancis. 

Seorang pejabat kehakiman Perancis mengatakan kepada kantor berita AFP, polisi telah menangkap tiga orang lain yang juga berasal dari Iran dalam kaitan dengan dugaan rencana pemboman itu, tetapi membebaskan dua diantaranya karena kurang bukti.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Protes Kelangkaan Air di Iran, Sejumlah Demonstran Tewas
Artikel Selanjutnya
Kantor Media Lokal Aceh Dibom Orang Tak Dikenal