Sukses

12-3-1947: AS Umumkan Doktrin Truman untuk Cegah Penyebaran Komunisme

Liputan6.com, Jakarta - Akhir Perang Dunia II, ekonomi sejumlah negara dalam posisi yang lemah. Seperti yang terjadi di Turki dan Yunani.

Kala itu, Inggris sebagai salah satu negara kaya menyuplai bantuan ekonomi dan militer ke Turki dan Yunani. Namun pada Februari 1947, Inggris menghentikan bantuannya tersebut. Amerika Serikat kemudian turun tangan.

Presiden AS Harry S Truman menaruh perhatian besar terhadap Turki dan Yunani. Truman khawatir kedua negara tersebut bisa jatuh di tangan komunis. Yang dimaksud di sini adalah Uni Soviet. Untuk itu, tepat 71 tahun lalu, 12 Maret 1947, Truman mengeluarkan "doktrin" dalam pidatonya, demi mencegah penyebaran komunisme di dunia internasional.

"Atas dasar suara mayoritas warga dunia. Pemerintah kita akan menjamin kebebasan bagi setiap orang," ujar Truman dalam pidatonya, seperti dimuat History.com.

Dijelaskan Truman, doktrin ini merupakan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam rangka menjamin keamanan dan stabilitas dalam negeri. Sang Presiden mengajukan biaya US$ 400 juta untuk Turki dan Yunani.

"Turki dan Yunani akan menjadi negara demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan dengan menjaga stabilitas dan integritas negara," kata Truman, berharap tak ada lagi warga dari kedua negara tersebut yang mengalami intimidasi militer dari luar.

Kebijakan Truman ini dinilai sebagai awal deklarasi de facto Perang Dingin dengan Uni Soviet. Perang Dingin yang berlangsung dari 1947-1991 adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Beberapa pihak tidak mempercayai Doktrin Truman ini, karena Yunani saat itu bukan diintervensi Uni Soviet, melainkan Yugoslavia yang telah memisahkan diri dari Uni Soviet satu tahun sebelumnya. Soviet saat itu dinilai tidak mengontrol kawasan Dardanelles Turki, tapi hanya memblok jalur strategis tersebut dari musuh-musuhnya.

Meski kebijakan dan bantuan Truman dipertanyakan, rezim sayap kanan yang represif terbentuk di Yunani dan Turki untuk melawan pengaruh komunis. Dan Truman berhasil meyakinkan warga AS untuk waspada dan melawan Uni Soviet.

Sejarah lain pada 12 Maret 1967, Sidang MPRS menunjuk Soeharto menjadi Pejabat Presiden Indonesia. Sementara pada 12 Maret 2004, Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun, dimakzulkan oleh Majelis Nasional. Itu tercatat sebagai pemakzulan pertama kali dalam sejarah Negeri Ginseng.

Artikel Selanjutnya
11-3-1985: Mikhail Gorbachev Jadi Pemimpin Uni Soviet
Artikel Selanjutnya
10-3-1969: Pelaku Pembunuhan Martin Luther King Dipenjara 99 Tahun