Sukses

Ini 6 Misteri Samudra Pasifik, Salah Satunya Monster di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Dalamnya lautan menyimpan banyak rahasia, termasuk Samudra Pasifik. Perairan terbesar di dunia itu mencakup sepertiga permukaan Bumi, dengan luas sebesar 179,7 juta kilometer persegi.

Samudra Pasifik membentang sekitar 19.800 km (12.300 mi) dari Indonesia hingga pesisir Kolombia, panjangnya setengah dari keliling Bumi, dua kali diameter Bulan.

Titik terdalam di muka Bumi ada di sana. Challenger Deep, begitu lokasi itu disebut, memiliki kedalaman mencapai 10.916 meter, letaknya berada di Palung Mariana, Filipina.

Hingga kini tak ada yang tahu, apa gerangan yang berada bahkan 'mengintai'di Challenger Deep atau wilayah lain di Samudra Pasifik. Karena kemisteriusannya itu lah, mitos dan legenda bermunculan.

Seperti halnya lautan besar dan samudera di dunia, Samudra Pasifik menyimpan misteri. Tak cuma soal kegempaan yang menciptakan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Jika Atlantik punya Segitiga Bermuda -- wilayah yang berada di dalam garis imajiner yang menghubungkan Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat -- yang terkenal angker dan menjadi kuburan banyak kapal dan pesawat.

Sementara, Samudera Hindia hingga kini diyakini masih 'menyandera' kejelasan nasib pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib di sana. Bagaimana dengan Samudra Pasifik?

Berikut sejumlah misteri Samudra Pasifik yang belum dipecahkan para ilmuwan, menyandera imajinasi banyak orang, seperti dikutip dari The Richest, Kamis (14/12/2017):

1 dari 6 halaman

1. Laut Iblis (Devil Sea)

Pada tahun 1940-an, ahli biologi Skotlandia, Ivan T Sanderson mengemukakan gagasan bahwa di seluruh dunia ada 12 "Vile Vortices", lokasi di mana kehilangan dan penampakan misterius sering terjadi.

Segitiga Bermuda adalah salah satu di antaranya. Laut Iblis (Devil Sea) juga termasuk di dalamnya.

Area laut itu punya julukan lain, Segitiga Naga (Dragon Triangle) atau Segitiga Formosa.

Terletak di lepas pantai Jepang dan Filipina, perairan itu konon menjadi lokasi sejumlah fenomena yang tak dapat dijelaskan -- termasuk anomali magnetik, cahaya, dan objek misterius.

Sejumlah insiden penghilangan misterius menambah keangkerannya. Area tersebut bahkan dianggap berbahaya oleh otoritas perikanan Jepang.

Konon, pada tahun 1952, pemerintah Jepang mengirimkan sebuah kapal penelitian, Kaiyo Maru No. 5, untuk menyelidiki misteri Segitiga Formosa.

Namun, bahtera tersebut, juga 31 awaknya tak pernah kembali. Mereka raib entah ke mana.

Legenda lainnya menyebutkan, Segitiga Formosa menjadi faktor yang menggagalkan upaya Kubilai Khan untuk menyerang Jepang.

Penguasa Mongolia sekaligus pendiri Dinasti Yuan Tiongkok kehilangan 40.000 tentara saat menyeberangi Laut Iblis.

Seperti halnya Segitiga Bermuda, sejumlah teori untuk menjelaskan fenomena misterius bermunculan. Dari alien, gerbang ke alam semesta paralel, bahkan mengaitkannya dengan benua Atlantis yang hilang.

Sejumlah pihak mengaitkan hal-hal tersebut dengan aktivitas vulkanik yang tinggi di wilayah tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

Sejumlah pesawat raib di lautan luas. Air France Penerbangan 447 hilang di Samudra Pasifik pada 2009, sementara Malaysia Airlines MH370 berakhir di Samudra Hindia pada 2014.

Sementara, salah satu misteri terbesar Samudra Pasifik, adalah raibnya penerbang Amerika Serikat, Amelia Earhart.

Ia adalah perempuan pertama dan manusia kedua yang berhasil terbang solo melintasi Samudra Atlantik.

Pada 1937, ia berniat mengelilingi dunia, namun, hanya beberapa jam setelah mengudara, pesawatnya lenyap, diduga jatuh di barat daya Hawaii.

Insiden itu jadi misterius karena ada pesan terdengar setelah terjadinya kecelakaan. Hal tersebut membuat para penyelidik menyimpulkan bahwa kapal terbang yang dipiloti Amelia Earhart tak tercebur ke laut.

Lalu, di mana sang pilot perempuan tangguh itu?

Selembar foto yang ditemukan di U.S. National Archives menambah bobot pada teori yang menduga, perempuan pemberani itu selamat dalam pendaratan di Kepulauan Marshall, tapi kemudian ditangkap oleh pihak Jepang.

Dalam siaran Minggu bertajuk "Amelia Earhart: The Lost Evidence" di History Channel, pada foto terlihat seorang wanita yang tampak seperti Amelia Earhart dan seorang pria yang tampak seperi kopilotnya, Fred Noonan, setelah pesawatnya mendarat darurat.

Dalam acara ditampilkan mantan Asisten Direktur Eksekutif FBI, Shawn Henry, ketika ia menyelidiki bukti yang mendukung teori bahwa Earhart melakukan pendaratan darurat di Kepulauan Marshall dan kemudian meninggal dunia dalam tahanan Jepang di Pulau Saipan.

Foto itu diduga diambil oleh seseorang yang melakukan mata-mata terhadap pihak Jepang untuk kepentingan Amerika Serikat (AS), demikian menurut tayangan tersebut.

2 dari 6 halaman

3. Monster Bawah Laut

Pada 2017, bangkai sesosok hewan laut raksasa terdampar di pantai Pulau Seram, Maluku.

Makhluk sepanjang 49 kaki atau 15 meter, dan berat sekitar 35 ton. Spekulasi pun mengemuka terkait apa gerangan hewan tersebut. Penduduk sempat mengiranya sebagai cumi-cumi raksasa.

Sementara sejumlah ahli kelautan yang mendatangi lokasi menduganya sebagai cumi raksasa atau paus sperma. Namun, belum ada kata sepakat soal itu.

Ada juga moster berbulu putih yang terdampar di Pantai Cagdianao, Kepulauan Dinagat, Filipina pada Februari 2017.

Makhluk misterius berambut putih yang berukuran jumbo itu terlihat mengambang dan mengeluarkan semacam darah.

Beberapa orang berspekulasi bahwa 'monster' itu sebagian tubuh paus raksasa dan sebagian lainnya menebaknya sebagai alien.

Kemunculan benda itu menambah daftar makhluk aneh laut dalam di Filipina. Warga di pantai utara Mindano menemukan ikan mirip ular sepanjang 30 kaki atau 6 meter setelah gempa 6,7 skala Ritcher yang menewaskan 6 orang serta melukai 120 jiwa.

Sejumlah makhluk yang menyerupai cumi-cumi raksasa juga terdampar di pantai-pantai Pasifik selama 100 tahun terakhir.

Salah satu penampakan dilaporkan terjadi selama Perang Dunia II. Makhluk raksasa itu diduga memiliki panjang sekitar 53 meter. Tentakelnya saja selebar 2 kaki atau 0,6 meter.

Cumi-cumi raksasa juga terdampar di sebuah pantai di Pasifik pada tahun 1924.  Meskipun beberapa potongan tubuhnya hilang, diperkirakan panjangnya 115 kaki.

Baru-baru ini, pada tahun 2008 sebuah kapal riset Korea Selatan di Laut Antartika memfilmkan makhluk yang melintas di bawah kapal mereka. Diduga itu adalah spesies cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni).

3 dari 6 halaman

4. Kota Bawah Laut

Pada 1995, seorang penyelam Jepang memutuskan untuk menginvestigasi area laut, beberapa mil di barat daya pantai Negeri Sakura di pesisir Pulau Yonaguni, Jepang.

Ia berharap bisa menemukan kehidupan laut yang menarik. Namun, yang ia jumpai justru rangkaian struktur buatan manusia yang diduga berusia 10 ribu tahun: sebuah kota yang hilang ditelan lautan. Mirip Atlantis.

Setelah ia mempublikasikan temuannya itu, para arkeolog datang dari penjuru Bumi untuk menyelidikinya.

Di lokasi temuan, para ahli menyaksikan labirin yang terdiri dari tembok, lengkungan, bangunan mirip kuil juga tangga batu. Banyak yang meyakini, itu adalah bukti keberadaan kota yang hilang.

Puing-puing kota tersebut diduga diukir dengan hati-hati di sisi pegunungan bawah laut.

Temuan tersebut dianggap tak mengherankan, sebab, wilayah di mana ia ditemukan kerap dilanda gempa dan tsunami dahsyat.

Kota kuno tersebut diduga milik peradaban kuno yang relatif maju, yang disebut Jomon.

Alami atau Buatan Manusia?

Formasi persegi panjang raksasa itu memiliki sudut 90 derajat yang sempurna. Ada bagian dinding yang lurus, bentuk mirip tangga, juga kolom.

Lalu, muncul lah perdebatan sengit: apakah situs tersebut terbentuk secara alami, batuan alami yang telah dimodifikasi, atau struktur buatan manusia seutuhnya.

Sejumlah ahli mengunjungi situs tersebut, mencoba menemukan petunjuk. Namun, hingga hari ini misteri itu belum terkuak.

Awalnya sejumlah orang berpendapat, Monumen Yonaguni dibangun di area di atas laut sekitar 10 ribu tahun lalu. Lalu wilayah itu tenggelam ditelan lautan.

Jadi, apakah benar situs berjuluk 'Japan's Atlantis' itu adalah peninggalan peradaban pra-glasial yang akhirnya karam?

Sebagian orang lainnya menduga, struktur tersebut adalah akibat dari gempa dahsyat yang terjadi 2.000 sampai 3000 tahun lalu? 

Masaaki Kimura, ahli geologi kelautan dari University of the Ryukyus sudah menyelami lokasi Yonaguni selama lebih dari 100 kali dalam kurun waktu 20 tahun untuk memetakannya.

Ia dan timnya menemukan formasi lengkungan besar, sejumlah bangunan yang diduga kuil, pahatan, paving jalan, dan struktur mirip piramida yang panjangnya mencapai 76 meter.

Kimura yakin, itu adalah sisa-sisa sebuah kota yang tenggelam akibat gempa.

Sejauh ini, ia telah mengidentifikasi 10 struktur Yonaguni dan 5 struktur lain yang terkait di pulau Okinawa -- yang mencakup area 300 meter x 150 meter.

"Menurut saya, sulit untuk mengatakan bahwa itu adalah struktur alami. Sebab, ada banyak bukti yang mengarah pada campur tangan manusia," kata Kimura, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au.

"Struktur terbesarnya terlihat rumit, monolitik, berupa piramida atau punden berundak yang menjulang 25 meter dari dasar laut."

Kimura menambahkan, ada temuan karakter dan monumen yang menggambarkan binatang. "Yang mengarah pada dugaan kebudayaan yang ada di sana berasal dari daratan Asia. Misalnya, sphinx bawah air yang menyerupai raja China atau Okinawa."

Namun, para ahli tak sepakat dengan itu.

4 dari 6 halaman

5. Pangkalan UFO

Permukaan air laut yang terus naik selama 10.000 tahun terakhir telah merendam kota, kuburan, dan benteng kuno. Sejumlah laporan pun muncul, soal temuan bangunan dari masa lalu di dasar lautan. Termasuk piramida.

Laporan soal penampakan piramida di dasar lautan telah banyak dibantah ilmuwan --dianggap hoax atau terbukti sekadar formasi geologi yang terbentuk secara alami.

Namun, piramida yang ada di perairan Meksiko ini dianggap tak alami. Bukan pula buatan manusia. Maksudnya?

Pemerhati UFO, Sandra Elena Andrade percaya bahwa piramida tersebut berasal dari makhluk ekstrateresterial.

Dasar piramida tersebut berukuran raksasa, panjang sisinya antara 8 atau 11 mil atau 12-17 kilometer. Konon, cahaya memancar dari puncaknya. 

Andrade yakin, itu bisa jadi pangkalan UFO. Ia bahkan mengaitkannya dengan 'anomali Malibu' yang ditemukan pada tahun 2014 di lepas pantai California selatan -- struktur misterius diduga markas UFO yang ada di Malibu.

Sementara, pemburu alien, Scott C Waring berpendapat 'piramida sempurna' itu bisa dikaitkan dengan kebudayaan Mayan dan Aztec kuno di Meksiko. 

Namun, menurut dia, hanya alien yang bisa membuat struktur piramida semasif itu, yang kini tenggelam di dasar laut.

5 dari 6 halaman

6. Penampakan Wajah di Dasar Samudra

Penemuan aneh baru-baru ini dikemukakan oleh penulis Lloyd Stewart Carpenter.

Dia, yang mengaku telah mempelajari peta topografi dasar laut Samudera Pasifik, mengaku menemukan penampakan aneh: Seorang pria yang melihat ke atas. Seolah menatap surga.

Carpenter telah mempelajari anomali lautan selama beberapa tahun. Temuannya itu, entah dipercaya atau tidak, telah dibagikan pada para teolog dan ilmuwan.

"Dia tampak menangis. Jejak air matanya adalah East Pacific Rise, pegunungan terbesar di Bumi," demikian kutipan dalam bukunya.

"Cari tahu mengapa wajah di dasar laut Samudra Pasifik menangis dan apa yang dia lihat. Lihat juga penampakan iblis di dasar Samudera Atlantik sebelah selatan, naga di dasar Laut Atlantik Utara, dan malaikat di dasar Samudera Hindia." (Ein)