Sukses

Kisah Dokter Gigi 'Pemutilasi' Pasien

Liputan6.com, Paris - Pengadilan terhadap seorang pria Belanda dibuka hari ini dan berlangsung hingga 18 Maret. Ia dijuluki 'Dokter Gigi Horor' setelah diduga 'memutilasi' lebih dari 100 pasien di Prancis.

Pria bernama Jacobus van Nierop tersebut, mencabut gigi para pasiennya yang masih sehat. Hal itu menyebabkan patah rahang, abses--penumpukan nanah--yang dapat kambuh, dan septikemia--bakteri jenis tertentu masuk ke dalam aliran darah.

Ia didakwa karena tindakan yang menyebabkan seseorang cedera serius karena dilakukan secara sengaja maupun kecerobohan. Van Nierop juga didakwa atas penipuan klaim dan mencoba mengambil keuntungan dari pasien dan perusahaan asuransi.

Karena perbuatannya, ia menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda 150.000 euro atau sekitar Rp 2,17 miliar jika terbukti bersalah. Hal tersebut dikutip dari News.com.au pada Selasa (8/3/2016).

Van Nierop, yang pergi dengan menggunakan nama Mark, direkrut oleh pencari tengara kerja pada 2008 dan disambut penduduk lokal di pedesaan Prancis bernama Chateau-Chinon, yang memiliki tenaga medis kurang memadai.

Sylvianne Boulesteix, 65, mengunjungi dokter gigi tersebut pada Maret 2012 untuk memasang kawat gigi.

"Dia memberiku tujuh atau delapan suntikan, dan mencabut delapan gigi dalam sekali kunjungan ke sana. Mulutku terus mengeluarkan darah selama tiga hari," ujarnya.

Seorang pria berumur 80 tahun, Bernard Hugon, mengatakan bahwa dokter gigi itu meninggalkan daging yang menggantung dimana-mana setelah mencabut gigi.

"Setiap kali datang, ia memberi kita apa yang disebutnya tusukan kecil dan kami tertidur," ujar Nicole Martin, seorang pensiunan guru yang kehilangan beberapa gigi hingga abses yang disebabkan karena operasi yang mengerikan.

"Ketika sudah selesai, kami akan menemukan catatan kecil yang bertuliskan untuk datang lagi pada esok hari atau lusa," ia menambahkan.

Pada 2013, Martin membentuk sebuah kelompok yang anggotanya merupakan korban ulah dokter tersebut dan tak lama setelah itu anggotanya membengkak hingga 120 orang.

Pada bulan Juni di tahun yang sama, polisi menangkap van Nierop tapi membebaskannya karena prosedur hukum yang tertunda. Kemudian, ia melarikan diri pada bulan Desember.

Van Nierop akhirnya ditemukan di sebuah kota kecil di Kanada bernama New Brunswick, dan ditangkap atas surat perintah Internasional pada September 2014. Media lokal melaporkan bahwa dokter gigi tersebut mencoba menggorok lehernya ketika polisi menangkapnya.

Pria berumur 51 tahun tersebut mencoba untuk memblokir ekstradisi yang dialaminya, pertama ke Belanda dan kemudian Prancis.

Ia mengaku menderita masalah psikologis, identitas jenis kelamin, dan juga kecenderungan untuk bunuh diri. Tapi akhirnya dokter gigi itu ditempatkan di unit penjara psikiatri, departemen Loiret, selatan Paris.

Van Nierop mengaku telah membunuh istri pertamanya, bertingkah gila, dan berkata bahwa ia transeksual. Ia mencoba asegalanya untuk menghindari ekstradisi," ujar Martin.

Menurut media Belanda, ia sudah diselidiki mengenai praktek yang dijalankannya sebelum datang ke Prancis.

 

*** Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar pukul 06.00-09.00 WIB. Klik di tautan ini.