Sukses

Paus Fransiskus Minta Hukuman Mati Dihapus

Liputan6.com, Vatikan - Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Fransiskus meminta seluruh negara di dunia untuk menghapus hukuman mati. Ia mengutip 10 perintah Tuhan yang mengatakan, "Jangan Membunuh".

Perintah itu merupakan hal absolut. Dengan kalimat keras ia menolak hukuman mati. Paus asal Argentina itu meminta seluruh politikus Katolik seluruh dunia untuk menunjukkan ketidaksetujuannya dengan memberikan memoratorium selama Tahun Pengampunan Gereja yang bakal berakhir November mendatang.

"Saya meminta kesadaran bagi siapa pun yang memerintah negaranya untuk mencapai konsensus internasional membatalkan hukuman mati," kata Paus di depan ribuan orang di Lapangan St Peter, seperti dilansir Reuters, Minggu 21 Februari 2016.

"Perintah Tuhan 'Jangan Membunuh' adalah nilai absolut dan berlaku untuk mereka yang bersalah maupun tidak," kata dia lagi.

Tercatat 1,2 juta gereja Katolik pernah membolehkan pemberian hukuman mati untuk beberapa kasus ekstrem selama berabad-abad. Namun, posisi itu berubah ketika dipimpin mendiang Paus John Paul yang meninggal pada 2005.

Paus Fransiskus menambahkan, dewasa ini hukuman mati semakin meningkat atas nama kemanusiaan. Ia mengkritik masyarakat modern melihat kriminalitas tanpa mempedulikan pelaku yang bersalah mampu merehabilitasi dirinya atau tidak.

Komentar Paus tersebut dilontarkan sebelum diadakannya konferensi internasional melawan hukuman mati yang diadakan pada Senin (22/2/2016) di Roma. Perhelatan itu dilakukan oleh Komunitas Sant'Egidio, sebuah grup perdamaian milik Katolik.

Fransiskus yang juga kerap berkunjung ke penjara-penjara semenjak 3 tahun lalu juga meminta perubahan lebih baik kondisi tahanan.

"Seluruh umat manusia tak terkecuali kristiani harus mengakhiri hukuman mati. Tak hanya itu, kita harus memperbaiki kondisi penjara untuk menghormati kemanusiaan para tahanan," ujar dia lagi.

Di masa lalu, Paus Fransiskus pernah meminta penghapusan hukuman seumur hidup. Baginya, itu adalah 'hukuman mati yang tersembunyi'. Ia juga meminta program rehabilitasi lebih digalakkan lagi untuk para kriminal tersebut.