Sukses

Donald Trump: Apakah Orang Indonesia Menyukai Saya?

Liputan6.com, New York - Ada 2 politisi Indonesia yang hadir dalam konferensi pers bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump: Setya Novanto dan Fadli Zon.

Sang miliuner, yang nyaris berlalu dari podium, bahkan berbalik, untuk memperkenalkan langsung Ketua DPR RI Setya Novanto.

"Ketua DPR Indonesia ada di sini untuk menyaksikan saya. Setya Novanto, salah satu orang kuat dan berpengaruh," kata Trump.

Dan pertanyaan khusus disampaikan Trump pada Setya Novanto: "Apakah orang Indonesia menyukai saya?"

"Ya. Sangat," jawab Novanto. "Terima kasih banyak."

Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri pidato kampanye bakal calon presiden AS. (Twitter @fadlizon/Business Insider)

 

Kepada Bussines Insider, Fadli Zon mengatakan, Trump sangat terkenal di Indonesia. "Jika bicara soal para miliuner, triliuner yang terlintas dalam benak kami adalah Donald Trump," kata dia.

Trump, kata Fadli Zon, punya sejumlah investasi di Indonesia. Di Bali dan Jawa Barat.

Lalu bagaimana kaitannya dengan Obama? Presiden Barack Obama pernah tinggal di Jakarta, Indonesia, semasa kecil. 'Si Anak Menteng' sangat populer di Nusantara. Sementara, dalam kampanyenya, Trump sering menyerang Obama.

Menurut Fadli Zon, masyarakat Indonesia menghormati keduanya. Obama, juga Trump. "Obama juga sahabat Indonesia," kata dia. "Kami peduli pada orang yang peduli dengan Indonesia. Jadi, Obama adalah teman. Begitu pun dengan Donald Trump."

Fadli Zon tak menganggap kampanye kontroversial Donald Trump soal imigran akan berdampak bagi Indonesia.

2 dari 2 halaman

Kontroversi Donald Trump

Kontroversi Donald Trump

Donald Trump kerap mengeluarkan pernyataan pedas selama kampanye. Ia pernah mengejek Senator John McCain, dengan menyebutnya, bukan pahlawan pada Sabtu 18 Juli 2015.

John McCain ditangkap setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh Vietnam Utara pada tahun 1967. Dia mengalami retak di kedua lengan dan kaki dan hampir tenggelam saat parasut mendarat di sebuah danau.

Dia dipukuli, disiksa, dan diinterogasi, dan hingga hari ini tidak dapat mengangkat lengannya di atas kepalanya karena luka-lukanya tidak benar-benar sembuh.

Donald Trump juga melecehkan Megyn Kelly, salah satu pembawa acara di debat perdana partai Republik di stasiun TV Fox. Juga mengusir wartawan senior terkenal keturunan Meksiko, Jorge Ramos.

Donald Trump Usir Wartawan Keturunan Meksiko Saat Konfrensi Pers (CNN)

Kala itu tengah dalam sebuah sesi tanya jawab di Dubuque, Iowa AS.

Belum lagi, ungkapannya yang dianggap rasis. Kata Trump, AS menghadapi potensi marabahaya di perbatasan, dengan masuknya para pendatang ilegal.

Pernyataan pembawa acara 'The Apprentice' itu memicu kontroversi, karena ia menyebut, Imigran dari Meksiko sebagai 'pemerkosa' dan 'penjahat'.

 

Foto: The Richest

Dan, apa pendapatnya soal Obama? "Kalau Obama, dia adalah presiden yang tidak tahu apa-apa," kata dia. (Ein/Rie)

Baca juga: Mewahnya Pesawat Berhias Emas Milik Capres AS Donald Trump 

Loading