Liputan6.com, Sydney - Akhir dari drama penyaderaan yang terjadi Sydney mulai menemui titik terang. Kepolisian Australia dilaporkan sudah memulai negosiasi dengan pelaku teror.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Deputi Kepolisian Australia, Catherine Burn. Untuk menjawab semua teka-teki yang berkembang, Burn menyebut saat ini yang bisa ia pastikan Kepolisian Australia telah mulai bernegosiasi.
Ditekankan Burn negosiasi adalah hal yang harus dilakukan. Sebab, negosiasi ini ditujukkan untuk memastikan keselamatan para sandera.
"Pendekatan ini pasti memakan sedikit waktu," sebut Burn seperti dikutip dari Sky News, Senin (15/12/2014).
"Kami siap bekerja sampai larut jika keadaan ini terus berlanjut dan kami tetap mempersiapkan strategi untuk esok hari," sambung dia.
Dari keterangannya, sudah ada 5 sandera yang berhasil kabur. Sandera tersebut terdiri dari 2 perempuan dan 3 laki-laki.
Namun, Burn belum mau angkat bicara terkait jumlah sandera yang ada di dalam kafe The Lindt Chocolate. Walau ada desas-desus yang beredar di media Australia bahwa jumlah sandera mencapai 30 orang.
Pada kesempatan yang sama, Burn menyampaikan permohona khusus kepada media. Dengan sangat ia memohon agar media tidak memberitakan permintaan yang diinginkan para pelaku teror tanpa disertai alasan yang jelas.
Teror di kota terbesar di Australia tersebut bermula pada pukul 09.44, waktu setempat. Aksi ini diyakini dilakukan kelompok bersenjata.
Tidak hanya, identitas kewarganegaraan korban, Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri (PM), Tony Abbott sampai saat ini masih melancarkan investigasi terkait motif apa yang digunakan dalam aksi ini. (Mut)
Polisi Australia Mulai Negosiasi dengan Pelaku Teror Sydney
Kepolisian Australia dilaporkan sudah memulai negosiasi dengan pelaku teror.
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)