Anggota ISIS Berusia 10 Tahun Tewas dalam Serangan AS

Dalam foto yang beredar terlihat bocah tersebut memegang senapan mesin yang ukurannya lebih besar daripada tubuhnya.

Diterbitkan 10 Oktober 2014, 15:29 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Baghdad - Serangan untuk kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Irak dan Suriah. Sejumlah anggota ISIS dikabarkan tewas, termasuk seorang bocah 10 tahun yang merupakan martir dari kelompok radikal tersebut.

Foto bocah bernama Ubaidah itu beredar di Twitter. Terlihat bocah tersebut memegang senapan mesin. Senjata api itu terlihat lebih besar dari tubuhnya. Tapi ia tetap tersenyum. Selain itu, beredar pula gambar yang menunjukkan anak tersebut bersama ayahnya.

Namun demikian, seperti dimuat News.com.au, Jumat (10/10/2014), gambar tersebut belum diverifikasi kebenarannya.

Sebelumnya pada September, media pro-ISIS, Al-A'amaq telah mengumumkan kematian ayah Ubaidah. Kabar lain menyebut Ubaidah sudah tewas bulan lalu bersama bapaknya.

Foto dan video tentang Ubaidah itu berkali-kali telah dihapus di internet oleh otoritas setempat. Namun pendukung ISIS kabarnya kembali mempublikasikannya. ISIS menyebut Ubaidah sebagai martir termuda.

Dalam laporan resminya, Badan Perdamaian Dunia (PBB) sebelumnya melaporkan bahwa ISIS telah menjadikan anak-anak di bawah umur sebagai petempur. ISIS juga menjadikan perempuan sebagai budak seks.

"ISIS telah menjadikan wanita sebagai budak seks. Menjadikan anak-anak sebagai petempur," demikian ujar laporan PBB, seperti dimuat Al-Arabiya.

Pada video lain yang beredar, terlihat bocah berusia sekitar 6 tahun tengah menembakkan senapan serbu AK47 sebagai aksi yang ia sebut "jihad". Cara ISIS menggunakan anak-anak sebagai anggota tempur dikecam keras oleh pihak internasional. (Yus)