Sukses

Ini Strategi Obama Tumpas ISIS

Liputan6.com, New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama angkat bicara terkait strategi melawan kelompok ISIS. Ia pun mengungkapkan tak akan ragu, untuk mengambil tindakan melawan grup militan yang kini menguasai sebagian Suriah dan Irak.

"Setiap kelompok yang mengancam Amerika tidak akan menemukan tempat berlindung yang aman," kata Obama dalam pidato yang disiarkan televisi terkait strateginya melawan kelompok yang juga dikenal sebagai Daulah Islamiyah, seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/9/2014).

Obama juga menuturkan, akan mengirimkan 475 personel militer ke Irak. Ia juga berjanji bahwa Amerika akan memimpin sebuah koalisi untuk menumpas ISIS.

"Bekerja sama dengan pemerintah Irak, kami akan meningkatkan upaya untuk melindungi rakyat kami dan melakukan misi kemanusiaan. Jadi kami akan memukul mundur ISIS sebagai target pasukan Irak," beber Obama.

Suami Michele Obama itu menyebutkan, ia akan menyambut baik persetujuan kongres untuk melawan ISIS. Tetapi menegaskan bahwa dirinya memiliki otoritas untuk bertindak meski tanpa restu kongres.

Sejauh ini, Menlu AS John Kerry tengah berada di Timur Tengah untuk membangun koalisi tersebut.

Sebelumnya AS telah melancarkan lebih dari 150 serangan udara melawan kelompok ISIS di Irak. Obama juga telah memasok senjata bagi tentara Irak dan pejuang Kurdi untuk memerangi grup radikal tersebut. Ia juga telah menyetujui bantuan sebesar US$25 juta atau RP 296 milliar untuk militer Irak.

Tahun lalu, Presiden Obama membatalkan rencana serangan udara ke Suriah untuk melawan pasukan pemerintah setelah kongres menolaknya. Dalam pidatonya, dia mengatakan tidak bekerja sama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, walaupun pasukannya juga terlibat dalam memerangi ISIS.

"Dalam berperang melawan ISIS, kami tidak dapat bergantung pada rezim Assad yang memerangi rakyatnya: sebuah rezim yang tidak mendapatkan legitimasi itu telah kalah," ucap Obama.

Obama menyatakan AS justru akan memperkuat oposisi Suriah. Kelompok ISIS dikenal karena kekejamannya, termasuk memenggal kepala tentara lawan dan wartawan asing lalu merekamnya dalam video. (Ein)

Loading