Sulitnya Malaysia Beri Info Pesawat MH370 Putar Balik, Kenapa?

Pelaksana tugas (Plt) Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein angkat bicara soal tudingan yang menyebut Malaysia lamban.

Diterbitkan 22 Maret 2014, 05:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur- Pelaksana tugas (Plt) Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein angkat bicara soal tudingan yang menyebut Malaysia lamban dalam memberikan informasi terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

Menurut dia, mengapa Malaysia sulit untuk membeberkan data cepat kepada publik karena pihaknya butuh waktu yang cukup lama untuk mengonfirmasi berbagai informasi yang masuk. Terutama soal info bahwa pesawat putar balik.

Memang sangat sulit mempercayai jika pesawat Boeing 777-200ER yang seharusnya terbang menuju utara atau ke Beijing, China itu ternyata putar balik dan berada di Koridor Selatan, yakni Samudera Hindia. Karenanya, negeri jiran harus memastikan hal tersebut.

"Bukan berarti kita sudah pegang data, kami bisa pakai informasi itu," ujar Hishammuddin, seperti dikutip Liputan6.com dari The Star, Sabtu (22/3/2014).

Hishammuddin mengatakan, pihaknya menerima data bahwa pesawat putar balik dari perusahaan komunikasi Inggris, Inmarsat pada 12 Maret. Pihaknya kemudian mencoba meminta bantuan ahli, termasuk dari Amerika Serikat untuk membuktikan kebenaran informasi.

"Dan hasil akhirnya baru didapat pada 14 Maret pukul 14.30 yang kemudian dijelaskan dalam pertemuan darurat pada pukul 21.00," jelasnya. Informasi itu telah diverifikasi oleh ahli Inggrus dan Amerika Serikat. "Kemudian Perdana Menteri mengumumkannya pada 15 Maret."

Memasuki hari ke-14, pencarian difokuskan di Samudera Hindia, terutama di sekitar Perth, Australia demi mencari 2 objek yang diduga puing pesawat MH370. Namun sejauh ini, target benda yang dicari belum ditemukan.

Sebelumnya kerabat penumpang asal China, Wen Wancheng mengaku kecewa dengan kinerja pemerintah  Malaysia dalam mencari pesawat MH370. Ia dan keluarga penumpang Negeri Tirai Bambu lainnya mengancam mogok makan bila pesawat belum juga ditemukan atau belum ada informasi yang jelas soal keberadaan pesawat. Ada 153 asal China dari 239 orang yang berada di MH370.

"Sekarang kami belum dapat kabar lain. Setiap keluarga pasti sangat khawatir. Ada yang berniat ke Kedubes Malaysia. Harusnya Kedubes Malaysia ke kami, bukan kami yang ke sana," ujar Wen, seperti dimuat Reuters.

"Keluarga sangat tidak puas dengan upaya mereka. Kami siap untuk mogok makan," imbuh dia usai bertemu pejabat Malaysia Airlines di sebuah hotel di Beijing.

Baca juga:

Pesawat MH370 Bawa Baterai Lithium Rentan Terbakar

Cari Pesawat MH370, TNI AU Sisir Selat Malaka

Pencarian Panjang Malaysia untuk Temukan Pesawat MH370