3 Bank Sentral Ini Gandeng Ripple hingga Visa Garap Pembayaran Stablecoin

Bank Sentral Malaysia dan Thailand bergabung dengan BLOOM untuk menggarap pembayaran lintas batas memakai stablecoin.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 15:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Malaysia dan Thailand bergabung dengan inisiatif BLOOM (Borderless, Liquid, Open, Online, Multi-currency) dari Singapura untuk mengerjakan pembayaran lintas batas yang melibatkan stablecoin dan simpanan dalam bentuk token (tokenized deposits).

Mengutip the block, Sabtu (24/10/2026),Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengonfirmasi pada Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand telah bergabung sebagai anggota dari kalangan pembuat kebijakan. Ripple, Visa, Mastercard, dan Grup Bank Dunia juga termasuk di antara para partisipan inisiatif ini, bersama dengan Circle, Coinbase, JPMorgan, Standard Chartered, dan Stripe.

BLOOM dimulai pada Oktober tahun lalu, dengan MAS mempertemukan berbagai bank dan perusahaan teknologi untuk menguji pembayaran menggunakan uang bank dalam bentuk token serta stablecoin yang teregulasi. Secara terpisah, Singapura juga telah menguji mata uang digital bank sentral untuk transaksi berskala besar (wholesale).

Pembayaran dan penyelesaian lintas batas

Ripple pertama kali mengumumkan partisipasinya dalam BLOOM pada Maret. Ripple menyatakan akan menguji pembayaran perdagangan menggunakan RLUSD di XRP Ledger. Uji coba yang dilakukan bersama perusahaan fintech rantai pasok, Unloq, menggunakan platform SC+ milik perusahaan tersebut untuk mengotomatisasi pelepasan pembayaran saat kondisi yang telah ditetapkan sebelumnya terpenuhi.

 

Uang Digital

MAS menyatakan upaya ini akan berfokus pada bagaimana bank menangani berbagai bentuk uang digital untuk transaksi lintas batas, bagaimana jaringan yang berbeda dapat saling beroperasi (interoperabilitas), serta langkah-langkah pengamanan termasuk pemeriksaan identitas, penyaringan sanksi, dan pengendalian transaksi.

"Masa depan keuangan akan melibatkan berbagai bentuk uang digital yang beroperasi di berbagai institusi dan pasar," ujar Deputi Direktur Pelaksana MAS, Leong Sing Chiong, pada Jumat.

Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia, Aznan bin Abdul Aziz, mengatakan, pembayaran lintas batas menggunakan berbagai bentuk uang digital kini menjadi prospek yang semakin nyata.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank of Thailand, Daranee Saeju, menyatakan BLOOM akan membantu pihaknya dalam mengkaji pendekatan regulasi terhadap uang dalam bentuk token, khususnya terkait pembayaran lintas batas dan penyelesaian transaksi berskala besar (wholesale settlement).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.