Serangan Bom Kembali Menewaskan Tokoh Penentang Suriah

Mantan Ketua Partai Komunis George Hawi tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak di Beirut. Perdana Menteri Lebanon menuding ada konspirasi di balik tewasnya tokoh politik anti-Suriah itu.

Diterbitkan 22 Juni 2005, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Beirut: George Hawi, mantan ketua partai komunis yang dikenal anti-Suriah tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak di kawasan permukiman Wata Buseitbeh, Beirut, Lebanon, Selasa (21/6). Bom yang dipasang di bawah jok mobil yang ditumpangi Hawi diduga diledakkan dengan alat pengendali jarak jauh atau remote control.

Hawi menemui ajalnya selang satu hari setelah kelompok oposisi Lebanon memenangkan pemilihan umum legislatif sekaligus mematahkan dominasi kelompok pro-Suriah di Parlemen. Semasa hidup, ia dikenal kerap bersuara lantang menolak campur tangan Suriah dalam panggung politik Lebanon.

Pemerintah Suriah berjanji mengusut kasus peledakan yang menewaskan Hawi. Beberapa anggota Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) telah bekerja untuk mengumpulkan barang bukti. Sejumlah saksi mata menuturkan tidak lama setelah ledakan terjadi, aparat keamanan menangkap seseorang yang diduga terkait dengan peledakan bom tersebut.

Perdana Menteri Lebanon menuding ada konspirasi di balik tewasnya Hawi. Menurut dia, setiap kali Lebanon mencapai kemajuan selalu ada pihak yang berupaya mengganggu. Kalangan oposisi justru menuding intelijen Lebanon dan Suriah berada di balik tewasnya Hawi. Namun tudingan itu langsung dibantah Damaskus.

Kejadian serupa juga menimpa Samir Kassir, awal Juni ini. Wartawan yang dikenal anti-Suriah itu tewas akibat bom yang menghancurkan mobilnya.(AWD/Ijx)