Fahmi Idris Bertemu Pengacara TKI di Kuala Lumpur

Mennakertrans Fahmi Idris bertemu para pengacara TKI ilegal di Kuala Lumpur, Malaysia. Para pengacara diminta memperjuangkan keputusan Indonesia untuk menerapkan penegakan hukum secara adil.

Diterbitkan 08 Februari 2005, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kuala Lumpur: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris bertemu para pengacara yang akan menangani kasus-kasus tenaga kerja Indonesia ilegal di Malaysia. Dalam pertemuan di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Selasa (8/2), Fahmi menjelaskan keputusan Indonesia untuk mendukung penerapan hukum secara adil. Selain para TKI ilegal, Indonesia berharap para majikan pekerja ilegal juga mendapat hukuman [baca: Mennakerstrans Diminta Menyiapkan Pengacara untuk TKI].

Tadi malam, pasukan rela mulai menggelar operasi nasihat atau operasi penertiban pekerja asing ilegal di Chow Kit, Kuala Lumpur. Operasi ini adalah operasi resmi untuk pertama kalinya sejak pemberlakuan masa amnesti selesai akhir Januari 2005. Dalam operasi ini dibekuk sejumlah TKI ilegal. Seorang di antaranya, Meutia Zahara, TKI gelap asal Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam. Meutia mengaku, terpaksa meninggalkan negeri itu dengan berat hati. Padahal, selama ini pekerjaannya di Malaysia menjadi tumpuan mata pencahariannya [baca: Pasukan Rela Malaysia Mulai Merazia TKI Ilegal].

Kisah sedih memang kerap dialami para TKI gelap di Malaysia. Rullah dan Agus asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, misalnya. Buruh sebuah pabrik triplek di Tawau, Malaysia, ini terpaksa kabur karena takut ditangkap polisi di sana. Ini dilakukan karena mereka masih trauma setelah sebelumnya pernah tertangkap dan selama dua bulan mendekam di penjara Malaysia. Selama di penjara inilah, mereka mengaku mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Tak hanya itu, mereka mengaku selama bekerja di sana tak mendapatkan gaji dan kerap disiksa secara fisik.

Rullah dan Agus menjadi bagian dari ratusan TKI ilegal asal Malaysia yang tiba di Pelabuhan Induk Kota Parepare, Sulsel, tadi pagi. Mereka pulang dengan ongkos sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Ratusan TKI ini tiba Pelabuhan Parepare menumpang Kapal Motor Telaga Fitma dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Timur. Sebagian besar dari mereka berasal dari Kabupaten Bone, Pinrang, Sidrap, Bulukumba, Sopeng, dan Wajo [baca: Ratusan TKI Ilegal Tiba di Pelabuhan Parepare].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6