Di Banda Aceh, Baru Dua Pasar Buka

Pasar Ulee Kareng dan Pasar Lambaro mulai ramai dikunjungi warga Banda Aceh, NAD. Pusat perdagangan di Pasar Aceh rusak dan belum dibenahi. Pedagang yang mengungsi ke luar Aceh diimbau pulang.

Diterbitkan 22 Januari 2005, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Banda Aceh: Penduduk Banda Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam mulai kekurangan bahan makanan. Persediaan kebutuhan pokok menipis karena pasar dan toko masih banyak tutup. Hingga hari ke-27 setelah Tsunami melanda, cuma Pasar Ulee Kareng dan Pasar Lambaro yang buka. Sementara Pasar Aceh yang selama ini menjadi sentra perdagangan di Banda Aceh belum terlihat ada aktivitas karena kondisinya rusak berat.

Anggota Satuan Tugas Penerangan Markas Besar Polri Komisaris Besar Polisi Zainuri Lubis di Banda Aceh, Sabtu (22/1), mengimbau pedagang asal Aceh yang mengungsi segera pulang dan kembali membuka toko. Jika tidak dikhawatirkan aksi penjarahan marak, mengingat banyak toko atau warung ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya [baca: Sepekan Pasca-Tsunami, Aceh Masih Porak-Poranda].

Sementara itu, personel Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Sumatra Utara menyisir kawasan Punge, Banda Aceh, mencari jenazah-jenazah yang belum dievakuasi. Jajaran Kepolisian Diraja Malaysia dan relawan juga melakukan kegiatan serupa di Ulee Lheue (Ulele). Sayang, usaha pencarian mayat tidak didukung peralatan berat. Pada Idul Adha kemarin, sejumlah ekskavator memang diistirahatkan, tapi hari ini seharusnya sudah beroperasi kembali.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6