Liputan6.com, Jakarta: Ledakan yang terjadi di depan Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C15-16, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/9), diduga berasal dari sebuah bom mobil. Demikian diungkapkan Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar di lokasi kejadian, baru-baru ini. "Kita sekarang sedang bekerja keras," kata Da`i. Selain Kapolri, sejumlah pejabat lain juga berada di lokasi peledakan seperti Wakil Presiden Hamzah Haz dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda.
Menurut Da`i, dugaan itu berdasarkan penemuan sejumlah bagian-bagian mobil yang hancur di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menduga mobil itu berada di jalur lambat tepat di depan gerbang Kedubes Australia. Da`i menambahkan, modus peledakan di kawasan Kuningan ini hampir serupa dengan Bom Bali (12 Oktober 2002) dan Bom JW Marriott (5 Agustus 2003). "Sangat mirip dengan dua bom itu," kata Kapolri.
Keterangan dari pihak kepolisian itu menimbulkan kesimpangsiuran mengenai sumber ledakan. Informasi polisi berbeda dengan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan bahwa ledakan berasal dari sepeda motor yang ditabrakkan ke mobil polisi yang berada di depan gerbang Kedutaan Australia [baca Insiden Kedubes Australia Diduga Bom Bunuh Diri].
Lebih jauh Da`i mengungkapkan, hingga saat ini korban tewas berjumlah empat orang, yaitu Anton Sujarwo dan Suryadi yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan di Kedubes Australia. Seorang lainnya diketahui bernama Mukopir yang bekerja sebagai buruh proyek. Sedangkan satu lainnya belum bisa diidentifikasi. Selain itu, tiga anggota Polri yang ditempatkan di Kedubes Australia menderita luka berat dan masih dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang berada tak jauh dari lokasi ledakan.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Da`i, dugaan itu berdasarkan penemuan sejumlah bagian-bagian mobil yang hancur di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menduga mobil itu berada di jalur lambat tepat di depan gerbang Kedubes Australia. Da`i menambahkan, modus peledakan di kawasan Kuningan ini hampir serupa dengan Bom Bali (12 Oktober 2002) dan Bom JW Marriott (5 Agustus 2003). "Sangat mirip dengan dua bom itu," kata Kapolri.
Keterangan dari pihak kepolisian itu menimbulkan kesimpangsiuran mengenai sumber ledakan. Informasi polisi berbeda dengan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan bahwa ledakan berasal dari sepeda motor yang ditabrakkan ke mobil polisi yang berada di depan gerbang Kedutaan Australia [baca Insiden Kedubes Australia Diduga Bom Bunuh Diri].
Lebih jauh Da`i mengungkapkan, hingga saat ini korban tewas berjumlah empat orang, yaitu Anton Sujarwo dan Suryadi yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan di Kedubes Australia. Seorang lainnya diketahui bernama Mukopir yang bekerja sebagai buruh proyek. Sedangkan satu lainnya belum bisa diidentifikasi. Selain itu, tiga anggota Polri yang ditempatkan di Kedubes Australia menderita luka berat dan masih dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang berada tak jauh dari lokasi ledakan.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/422587/original/090904bBreak_BomKapolri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)