Presiden Megawati Mengutuk Pengeboman di Rasuna Said

Presiden Megawati Sukarnoputri yang sedang berkunjung ke Brunei Darussalam, menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Nurcholish Madjid mendatangi lokasi kejadian.

Diterbitkan 09 September 2004, 14:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Bom berkekuatan maha dahsyat mengguncang kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di depan pos Satuan Pengamanan Gedung Kedutaan Besar Australia, Kamis (9/9). Presiden Megawati Sukarnoputri yang sedang berkunjung ke Brunei Darussalam, menyampaikan belasungkawa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Presiden Megawati juga mengutuk para pelaku pengeboman tersebut. Megawati langsung membatalkan semua acara di sana dan akan terbang ke Tanah Air. Setiba di Indonesia, Presiden dijadwalkan langsung menuju tempat kejadian perkara. Diperkirakan pukul 15.00 WIB, Mega tiba di Jakarta [baca: Bom Mengguncang di Depan Kedubes Australia].

Sementara itu, sejumlah pejabat dan tokoh telah mendatangi lokasi untuk melihat situasi di sana. Tokoh dan pejabat yang datang di antaranya cendekiawan muslim Nurcholish Madjid dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Wartawan langsung menyerbu Sutiyoso untuk meminta keterangan dari orang nomor satu di Ibu Kota itu. Namun, sejauh ini, Sutiyoso belum memberikan keterangan resmi.

Para korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Jaksel dan RS Medistra, Jaksel. Para keluarga yang merasa ada saudara atau kerabat yang bekerja di lokasi kejadian, bisa mengecek ke kedua RS tersebut. Peristiwa ini mengundang kemarahan warga. Selain menyampaikan belasungkawa untuk para keluarga korban, mereka pun mengutuk insiden berdarah ini, Mereka meminta polisi segera mengusut dan menangkap pelaku.

Sejauh ini, peristiwa itu diduga sebagai bom bunuh diri yang dilakukan dua pelaku. Menurut sejumlah saksi, kedua pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha RX-King [baca: Insiden Kedubes Australia Diduga Bom Bunuh Diri]. Pelaku membawa kantung seperti yang biasa dipakai pegawai pos. Pelaku kemudian menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan polisi yang sedang patroli tepat di depan Kedubes Australia. Dari sekian banyak kendaraan yang hangus terdapat satu unit sepeda motor bersama mayat pengemudinya yang paling dekat dengan lokasi ledakan. Namun, belum bisa dipastikan sepeda motor tersebut milik pelaku atau bukan.

Untuk sementara, korban tewas berjumlah empat orang dan 106 lebih korban luka-luka. Tiga korban tewas adalah Anton Sujarwo (anggota satuan pengamanan Kedubes Australia), Mukari (pekerja proyek), dan Abdul Amsar. Sedangkan satu korban tewas lainnya belum teridentifikasi. Sementara 106 korban luka kini masih dirawat di RS MMC. Sebagian korban lagi dibawa ke RS Medistra di Jalan Gatot Subroto, Jaksel.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6