Korban Tewas Akibat Banjir di Dominika-Haiti Bertambah

Jumlah korban tewas dalam musibah banjir di perbatasan antara Republik Dominika dan Haiti telah mencapai 363 orang. Ratusan jenazah dimakamkan secara massal. Banjir bandang di Amerika menewaskan satu orang.

Diterbitkan 26 Mei 2004, 12:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Hispaniola: Korban bencana air bah di wilayah perbatasan Republik Dominika dan Haiti terus bertambah. Hingga Rabu (26/5) waktu setempat, jumlah korban yang tewas akibat luapan air terus bertambah hingga mencapai 363 orang. Pada Selasa kemarin, sebanyak 180 jenazah korban banjir ditemukan di Pulau Hispaniola, dan sekitar seratus jasad lainnya telah dimakamkan secara massal. Sampai saat ini, upaya pencarian korban masih terus dilakukan.

Pemerintah Haiti mengungkapkan, sejauh ini sebanyak 83 orang warga Haiti dipastikan tewas dalam musibah banjir tersebut. Pemerintah setempat juga mencemaskan angka itu kemungkinan bakal terus bertambah. Sebab diyakini masih banyak jenazah yang tertimbun lumpur. Wilayah yang paling parah terkena banjir di Haiti adalah di Kota Fond Verrettes. Sedikitnya 158 jenazah telah ditemukan, sementara di bagian tenggara Haiti, 200 orang dinyatakan tewas.

Di Kota Jimani, Republik Dominika, 135 orang tewas dan lebih dari 200 korban lainnya hilang. Ribuan orang juga kini kehilangan tempat tinggal, setelah rumah mereka hancur tersapu banjir. Dalam 24 jam terakhir, Badan Meteorologi Republik Dominika melaporkan curah hujan setinggi 25 sentimeter mengguyur kawasan perbatasan tersebut.

Banjir mulai melanda Jimani pada Senin pekan ini, setelah hujan deras mengakibatkan air Sungai Solie meluap hingga melampaui ambang batas bahaya [baca: Banjir Bandang di Santo Domingo, 76 Orang Tewas]. Akibatnya, luapan air itu menyapu rumah-rumah kayu di tiga wilayah pemukiman prasejahtera--termasuk Santo Domingo--yang dihuni ribuan pendatang dari Haiti. Dikabarkan, sebagian besar korban tewas adalah anak-anak. Menurut pemerintah setempat, ini adalah tragedi terparah yang pernah terjadi di Republik Dominika.

Musibah yang sama juga dialami tiga negara bagian di Amerika Serikat. Di wilayah Midwest, genangan air terjadi pascahujan deras dan badai. Akibatnya, seorang warga di sana dilaporkan tewas. Di Kota Gurnee, negara bagian Illinois, banjir bandang membuat banyak daerah hanya bisa diakses dengan bantuan perahu. Warga Gurnee tampak bekerja sama mengisi kantong-kantong pasir untuk melindungi mereka dari luapan air Sungai Des Plaines. Menurut catatan pemerintah kota setempat, luapan air sungai tersebut bakal mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah di wilayah itu.

Hujan deras yang disertai badai petir juga melanda Kota Des Moines di negara bagian Iowa [baca: AS Dilanda Badai dan Banjir]. Tak heran bila jalan-jalan raya dan rumah di kota ini tak luput dari banjir. Sebelumnya diberitakan tiga penduduk setempat tewas dan 15 warga lainnya cedera. Sementara di negara bagian Ohio, hujan badai menyebabkan kerusakan parah pada berbagai bangunan dengan nilai kerugian yang mencapai jutaan dolar AS.(BMI/Pin)