Ratusan PSK Surabaya Memperoleh Pelatihan Keterampilan

Pemerintah kotamadya setempat menutup kegiatan lokalisasi selama Ramadan. Sebagian peserta belum dapat meninggalkan dunia hitam karena keterbatasan modal untuk mempraktikkan keahliannya.

Diterbitkan 29 Oktober 2003, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Surabaya: Sebanyak 425 pekerja seks komersial dan mucikari yang menghuni lima lokalisasi di Surabaya, Jawa Timur, mendapat pembinaan mental agama dan pelatihan keterampilan dari pemerintah kotamadya setempat, baru-baru ini. Selama empat hari berturut-turut mereka mendapat pengarahan dari sejumlah instansi terkait seperti Majelis Ulama Indonesia, kepolisian, dan pejabat pemerintah.

Ratusan PSK itu harus mengikuti pembinaan setelah Pemkot menutup kegiatan lokalisasi selama Ramadan. Kumandang kalimat zikir memulai pembukaan kegiatan tersebut. Tidak sedikit di antara mereka menangis sesegukan ketika mengucapkan kebesaran nama Sang Pencipta. Penampilan wanita penjual jasa syahwat ini sangat berbeda dengan kesehariannya. Kini mereka mengenakan jilbab layaknya anggota majelis taklim.

Selama mendapat pembinaan, mereka dibekali keterampilan memasak, menjahit dan salon. Namun sebagian besar mengaku tak bisa serta merta meninggalkan pekerjaan lamanya karena kesulitan modal untuk mempraktikkan keahlian. "Belum ada lapangan kerja yang lebih baik. Saya harus menghidupi anak dan orang tua," ujar Fenny, seorang peserta. Sementara itu, sebagian PSK yang telah meninggalkan dunia hitam, turut mengikuti pelatihan keterampilan sebagai bekal tambahan.(COK/Hasan Sentot dan Iwan Gunawan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6